Kepsek SMK Bina Informatika Berharap Pemprov Segera Menerapkan Metode Pembelajaran Tatap Muka

Kepsek SMK Bina Informatika Ternate Lea Susant Noho, S,Pd

Kota Ternate, (MR) – Beberapa kendala yang dihadapi dalam metode pembelajaran daring dan luring khususnya di SMK Bina Informatika turut mempengaruhi efektivitas dan hasil pembelajaran.

Diwawancarai awak mediarakyatnews.com, Kepala sekolah SMK Bina Informatika Ternate, Lea Susanti Noho, S.Pd mengungkapkan terbatasnya penggunaan HP Android oleh siswa juga ketiadaan paket kuota data serta keberadaan domisili siswa yang dominan berada di luar daerah atau di luar kota Ternate ada faktor yang mempengaruhi efektivitas dan hasil pembelajaran.” Sekalipun paket quota data  dari kementerian yang teralisasi melalui Dapodik tapi lagi lagi jumlah siswa yang kebagian paket quota tersebut sangat minim.” tandasnya.

Menurut Lea untuk metode pembelajaran daring diberlakukan pada pembelajaran normatif,adaptif yakni mata pelajaran umum seperti bahasa indonesia, bahasa inggris, agama sedangkan metode luring diterapkan pada mata pelajaran kompetensi.

Ribet dan sulitnya guru guru mata pelajaran dalam menyediakan bahan ajar yang kemudian disandingkan dengan metode tersebut juga adalah sebuah kendala yang sesungguhnya menuntut kerja ekstra. Lea berharap Pemda Provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan secepatnya dapat mengambil langkah dengan memberlakukan metode tatap muka dan tidak lagi memberlakukan metode daring dan luring alasannya dengan mencermati sikon dan tuntutan model pembelajaran tatap muka dari setiap satuan pendidikan SMA SMK dan MA yang ada di provinsi Maluku Utara. (Ateng)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.