Natuna, (MR)
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengingatkan, agar segala bentuk bantuan diberikan Pemerintah Pusat kepada nelayan dapat dipergunakan dengan baik dan jangan sampai disalahgunakan. Hal tersebut dikatakan saat dirinya memyerahkan bantuan berupa premi asuransi, bantuan alat tangkap, serta kapal nelayan senilai 7 M, di pelabuhan perikanan selat Lampa, Senin 06/08.
Dalam sambutannya, Ia juga merasa prihatin terkait kerusakan karang karena potasium dan bom, serta rendahnya kesadaran masyarakat pesisir membuang limbah plastik ke dalam laut pembuangan limbah ke dalam, laut dapat merusak ekosistim biota laut.
“Saya dengar masih banyak pemain melakukan kecurangan untuk mendapatkan ikan dengan cara bom dan putasium. padahal satu gram putasium dapat merusak karang 6 meter/segi. Untuk itu ia meminta Danlanal, Danlanut, Kepolisian dan Kajari, agar tidak segan-segan menangkap, bila ada masyarakat ditemukan melakukan pengeboman, atau putasium harus ditindak keras,” ucap Bu Menteri didepan Danlantamal Tanjung Pinang.
Selama empat hari berada di Natuna Ia menyempatkan diri berkeliling menggunakan helikopter pribadi, berenang di laut dan bertemu dengan masyarakat.
Lebih lanjut, “Natuna memiliki laut yang indah ini harus dijaga, tidak hanya oleh aparat, namun juga masyarakat bersama. Untuk apa?, karena laut adalah masa depan Kita. Coba kita lihat, banyak Rumah dipesisir pantai, membelakangi laut. Padahal Slogan kita laut masa depan seharusnya beranda rumah hadap laut, agar kita tidak mengotorinya,” katanya.
Saya banyak mendapat laporan tolong diawasi, dan ditindak tegasnya.
Saya harap semua nelayan yang telah mendapatkan bantuan bisa merubah rumah belakang, jadi beranda depan, biar tidak sembarangan buang sampah. Setuju?, ucapnya lagi. Nanti kalau saya datang, akan saya cek langsung janji Bu -Menteri
“Kita nggak bisa memagari laut natuna, karena sangat luas. Hanya dengan konsistensi dan keseriusan, bisa kita jaga. Kecuali kalau aparat bisa disuap, hukum bisa dibeli, izin diperjualbelikan, selesai semuanya,” ujar Susi.
Ia menegaskan laut sebagai aset masa depan yang harus dijaga bersama kelestariannya. Saya cinta dengan keindahan laut Natuna, seharusnya masyarakat harus menyadari itu. Terkait ikan nopoleon, saya tidak melarang asal sesuai dengan aturan.
Dulu ikan nopoleon, yang dapat dijual dengan berat 8 ons sampai dengan 1,5 kg. Sekarang diberi kelonggaran lagi sampai ukuran 3 kg. Artinya ikan di kerambah ukuran 3kg keatas, dilepas aja biar beranak. Bapak mungkin tidak tau, Ikan nopoleonlah buat pantai kita putih bersih, ucapannya. Keadaan pun semakin akrab, saat moderator, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti.
Kehadiran Susi kali ini sekaligus meninjau progres pembangunan SPKT Selat Lampa, rencananya akan diresmikan presiden beberapa bulan ke depan. SKPT ini dilengkapi cold storage dan pusat pengolahan ikan. Di lokasi ini juga terdapat kantor administrasi pelayanan Dirjen Perikanan Tangkap, KKP. Jika ada kendala es bisa pakai colf storage yang ada disini, ucap Susi sambil memerintahkan Petugasnya.
Terkait permintaan mesin cold storage, di Sedanau dan Selempang siapkan dulu lahannya, ukurannya 10×15, kalau sudah siap, bulan September saya beri janji Bu Susi, buat hadirin bertepuk tangan.
Rencananya Susi usai kegiatan ini kembali bertolak ke Pontianak menggunakan kapal PSDKP Orca 2. Dari Pontianak ia akan kembali ke Jakarta menggunakan pesawat.
Bupati Natuna Hamid Rizal berterima kasih atas dukungan dan perhatian Pemerintah Pusat kepada Natuna. Ia juga berpesan, agar peluang ini jangan disia-siakan oleh Nelayan. Pergunakanlah kesempatan ini sebaik baiknya. Tidak lupa Ia berterima kasih kepada Bu Menteri, yang telah banyak memberikan program bagi nelayan, demi kesejahteraan mereka. >>Roy
