Halmahera Selatan, (MR)Kepala Wilayah Kecamatan Obi Abu Karim Latara, S.I.P baru saja dilantik sejak November 2018, program pertama yang Ia canangkan adalah pembangunan Bidang Transportasi jalan dan Kesehatan sebagaimana yang direncanakan oleh pemerintah Kabupaten yang selama ini hanya sekedar janji.
Seperti pembangunan jalan yang menghubungakan antara Desa Air mangga sampai di Ibukota Kecamatan Induk yaitu Desa Laiwui.
Untuk diketahui bahwa program pembangunan jalan yang berukuran kurang lebih 30meter diperkirakan dibangun pada jaman Orde baru dan bukan Layak dilalui tapi sangat memprihatinkan saat dilewati oleh fasilitas kendaraan beroda dua dan empat.
Dalam hal ini wartawan Media Rakyat disaat menemui kepala Wilayah Kecamatan Obi bapak Abu Karim Latara, S.I.P di ruang kerjanya pada Kantor Camat di Desa Laiwui, Ia mengatakan, bahwa ada 30 Kecamatan di Kabupaten Halmahera Selatan yang sumber daya alam sangat banyak, Kecamatan ini juga terkenal sejak jaman Orde lama sampai sekarang masih menyimpan sumber daya alam yang sangat banyak akhirnya terkenal.
“Kecamatan ini di Juluki dapur Provinsi Maluku Utara karena diseluruh daratan Obi kaya akan sumber alam yaitu misalnya Emas di Desa Anggai, Nikel di Desa Kawasi serta Mutiara di Desa Kampung Baru serta Hasil Hutan berupa kayu yang setiap tahun menghasilkan Royalty (potensi puluhan sampai ratusan milyar pertahun), namun kenyataannya Kecamatan Laiwui Khususnya dan Obi seluruhnya, sangat terkebelakang berupa pembangunan fisik maupun non fisik, yang selama ini dinanti-nantikan oleh Warga Pulau Obi secara keseluruha,” tandas Kepala Wilayah Kecamatan Obi Induk.
Abu juga mengharapkan kepada Bupati Halmahera Selatan dan Gubernur Provinsi Maluku Utara sertta pemerintah Pusat agar memperhatikan Kecamatan Obi dan seluruh wilayah pemekaran Kecamatan Baru. “Karena Sumber Daya Alam yang selama ini terkenal diseluruh Indonesia bahkan diseluruh Dunia seperti Nikel, Kayu Olahan dan Ikan maupun Mutiara yang selama ini di Eksport keluar negeri ribuan Kubik dan metric ton. Namun kenyataannya seluruh kecamatan pulau Obi terutama Kecamatan Induk Laiwui sangat terkebelakang,” ucapnya.
Ia menghimbau kepada warga masyarakat desa Laiwui agar dengan ikhlas merelakan lahan dan kebun untuk waktu singkat rencana di bangun Puskesmas bertaraf Nasional dan di anggarkan 4,5 Milyar berumber dana dari APBN. Selanjutnya Ia juga menghimbau, “kepada dua perusahaan besar yang berada di Kecamatan Laiwui tepatnya di Desa Kawasi agar sesuai dengan Laporan warga Desa Kawasi yang lahan kebun tanaman kena Gusuran untuk rencana dibangunnya Bandar Udara mulik Perusahaan TBP dan MSP tanpa koordinasi dengan pemilik lahan agar melakukan ganti rugi karena itu tindakan sewenang- wenang kepada masyarakat yang sangat bertentangan dengan Hukum dan Perundang-undangan yang berlaku di Republik ini,” tegas Abu Karim. >>Mat
