Kekerasan Dalam Rumah Tangga : Dewi Akhirnya Akui Dibakar Johan Sang Suami

Tanjungpinang,  (MR)

KENDATI Dewi sudah dipindahkan ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Midiyanto Tanjungpinang dari RSUD Tanjungpinang, rintihan kesakitan masih saja terus mendesah dari bibir perempuan malang ini. Bahkan saat Koran ini, membesuknya di ruangan Sebetul, dokter Robert Pardede beserta beberapa orang pera-wat sedang melakukan pember-sihan tubuh Dewi. Tampak wajah yang ikut mengalamai luka bakar  itu mengeryit mena-han sakit.

Peristiwa tragis yang menimpa Dewi, putri pasangan suami istri Sariah dan Ajis, warga RT 01/RW 03 warga Dompak Kampung Lama memang sangat memilukan hati, hampir 100% tubuhnya menga-lami luka bakar yang cukup serius. Sempat heboh diberita-kan media lokal Tanjungpinang, Dewi, sulung dari 2 bersaudara ini membakar dirinya sendiri.

Orang tua Dewi hanya tersenyum ketika hal ini dipertanyakan Media Rakyat. Menurut Sariah semua kabar tersebut tidak benar, terlebih kabar Dewi melakukan bakar diri sesudah meminjam uang Rp2 juta kepada bank berjalan/koperasi. “Itu tidak ada mbak, itu bohong semua. Tapi kalau meminjam duit Rp200 ribu kepada bank berjalan itu benar. Uangnya dimaksudkan Dewi untuk modal jualan es dan tela-tela. Tapi tak mungkin gara-gara uang Rp200 ribu anak saya sampai melakukan perbuatan bodoh begini,” ujar Sariah tenang.

Selain ibunya, banyak warga yang tidak percaya Dewi membakar dirinya sendiri, riwayat rumah tangga Dewi yang kurang harmonis dan sering menjadi korban kekera-san rumah tangga (KDRT) oleh suaminya Samsuar alias Johan, menguatkan alasan tersebut. Dan kecurigaan ibunda Dewi dan warga Dompak, atas peristiwa bakar diri itu pun mulai menguak.

“Saya sudah membuat laporan di Polres Batu 5, saya sudah diberikan tanda terima saya melapor. Dewi sudah mengaku Johanlah yang mem-bakarnya. Dia minta saya pang-gil polisi, lalu dia sendiri yang mengaku kepada polisi. Johan sekarang sudah ditahan di kantor polisi,” ungkapnya.

Laporan polisi No. LP-B/163/II/2012/SPK-Res Tpi, tanggal 29 Februari 2012 yang ditunjukkan Sariah kepada Media Rakyat menerangkan sebagai terlapor adalah Samsuar alias Johan yang tak lain suami Dewi. Dengan perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Sariah selaku ibu yang melahirkan Dewi sangat berharap proses hukum atas menantunya itu berjalan dengan baik serta adil dan anaknya bisa mendapatkan perlindungan hukum.

“Dewi tidak mau mengaku karena diancam oleh Johan. Ancamannya kalau tidak dengan nyata dia akan pakai cara halus untuk membalas Dewi. Waktu di kantor polisi, dia minta ampun sama saya, tapi saya diam saja. Apa yang dia lakukan pada anak saya sudah tidak bisa dimaafkan. Siapapun orangnya, saya yakin tidak bisa menerima anaknya diperlakukan begini, sudah sering dikasari dibakar lagi..?” urainya menahan air matanya.

Sayangnya, Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Suhery, tidak membalas sms konfirmasi Media Rakyat yang dikirim, Sabtu (17/3). Dewi, walau menahan sakit masih bisa menjawab beberapa pertanyaan Koran ini. Menurut Dewi, ia tidak mau mengaku selama ini bagaimana cerita yang sebenar-nya karena Johan mengancam-nya. Namun, rasa sakit yang cukup menyiksanya membuat-nya berani untuk membuat pengakuan apa yang sebenar-nya terjadi. Cara Johan memba-kar dirinya dengan menyiram-kan minyak dari bagian samping tubuhnya yang sedang duduk diantara dapur dan ruang tidur.

“Saya tak mau ngaku karena saya takut, dia ngancam saya. Tapi saya sudah tidak tahan dengan rasa sakit dibadan saya, saya ngakulah,” akunya ring-kas. Ruangan yang tidak terlalu luas itu harus ditutup selalu, sebab kondisi tubuh Dewi rentan dengan berbagai virus. Dilantai bermarmer putih itu berserakan bubuk kopi, untuk mengurangi bau yang berasal dari tubuh Dewi.

“Bu, boleh saya minta tolong. Bantu saya cari dana untuk pengobatan Dewi, mau ke pemerintah atau ke DPRD atau siapa saja yang bersedia membantu. Kami sudah tidak punya apa-apa lagi untuk perobatan Dewi. Disini kami tidak bisa mengunakan surat miskin, dan obat-obatnya serba mahal,” ujar Aziz ayah Dewi memelas. >>Lanni

 

Related posts