Bupati Natuna Ultimatum Investor Asing?

Ilyas Sabli : Siapa Cepat Dia Dapat

 

Natuna, (MR)

UNTUK kesekian kalinya, Investor Asing, melirik potensi Sumber Daya alam di Kabu-paten Natuna. Sejak dinobatkan jadi Kabupaten, sudah banyak investor luar maupun dalam negeri, ingin menanamkan modal di Daerah kaya akan Gas Alam ini. Entah kendala apa yang membuat, mereka (Investor-Red), tidak satupun berhasil meneruskan kerjasama dengan Pemkab Natuna.

Kenyataan inilah, membuat Bupati Natuna Ilyas Sabli, memberi ultimatum kepada investor Vietnam agar sung-guh-sungguh jika memang berminat untuk menanamkan modal di Natuna dalam sector perikanan, dan Wisata. Didam-pingi, sejumlah kepala SKPD, tokoh masyarakat, tokoh agama dan petinggi aparat penegak hukum, Ilyas menyambut baik keinginan investor, dan akan memberikan kemudahan dalam hal mengurusi administrasi.

Namun demikian Ia menga-takan, agar pihak pengusaha PT BGU, memberikan keseriusan dulu, tentang seberapa dalam minat mereka untuk menanam-kan modal usaha disini. “Kami minta tahap awal, Pembuatan kantor dulu. Dirikan dulu kantor perwakilan, barulah kami yakin kesungguhan pengusaha ini, tegas Bupati. Mohon maaf, saya tidak mengancam, jika telat, mungkin Kami akan memberikan peluang kepada pengusaha Tommy Winata,. Sebelumnya, mereka juga sudah datang ingin berinves di Natuna. Artinya siapa cepat Dia dapat tegas Bupati.

Bertempat di Aula ruang rapat kantor Bupati, Mr Paulo didampingi peterjemahnya, Muhammad, memberikan hara-pan kepada Pemerintah Kabu-paten Natuna, untuk mengem-bangkan potensi SDA di kabu-paten Natuna. Menurut Muhammad, pengusaha dari Vietnam ini, ingin inves di sector perikanan. Mereka juga ingin memperbaiki hubungan silahtu-rahmi, yang selama ini imejnya rusak, akibat maraknya pencu-rian ikan secara illegal.

Tetapi, setelah terjun ke Natuna, untuk melihat-lihat kekayaan Alam Natuna, Mereka sangat tertarik juga, disektor pariwisatanya. Dengan bahasa khas Vietnam  mereka meng-utarakan keinginan itu dihada-pan Pemkab Natuna.

Mr Paolo beranggapan Wisata Natuna masih Asri, dan sangat indah, oleh karena itulah pengusaha ini, ingin mengem-bangkan dua usaha sekaligus, yakni  para wisata dan perika-nan.

Melalui Muhammad, peter-jemah, mereka butuh kayu untuk pembuatan galangan kapal. Soalnya, kapal untuk penang-kapan ikan di laut Natuna, ingin mereka buat sendiri.  Adapun nilai awal invest, 5 juta dollar. Dari hasil pertemuan itu, disimpulkan Pemkab telah menjawab semua keinginan investor Vietnam, dan akan memberikan kemudahan, kecu-ali masalah pembuatan kapal. Menurut Bupati untuk mem-buat kapal tangkap ikan, butuh kayu  keras, selain sulit untuk didapat, butuh waktu lama untuk meminta inzin peneba-ngan.

Ketua DPRD Natuna Hadi Candra S,sos. menyambut baik keinginan investor Vietnam. Menurutnya, apapun  kegiatan Pemkab Natuna, jika memang untuk pengembangan pemba-ngunan dan dampaknya untuk kesejahteraan masyarakat, kami dari  DPRD mendukung sepe-nuhnya. Kita ketahui, investasi kekayaan laut Natuna begitu besar dalam setahun, namun hasilnya nol untuk Natuna. Oleh karena itu Ia berharap agar ini direalisasikan dengan cepat.

Demi percepatan Pertum-buhan ekonomi serta percepa-tan pembangunan di Natuna. Jika hanya mengharapkan APBD, maka perkembangan dan pertumbuhan ekonomi sangat lambat. Oleh karena itu perlu tangan pihak lain, untuk menanamkan modal di Natuna, kata Hadi Candra. >>Roy

 


Related posts