Jaminan Berobat Gratis Pasien DBD Dimintai Duit Cek Darah

Cek 2Prabumulih, (MR)
Ada-ada saja ulah petugas Kesehatan yang berada di Puskesmas dalam menjalan tugas mereka sebagai pelayan kesehatan yang di tugaskan Pemerintah.

Berdasarkan pantauan langsung wartawan di lapangan di ketahui bahwa Jaminan Kesehetan Sosial (Jamkessos) untuk wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) yang telah berjalan selama Jabatan Alex Noerdin menjadi Gubernur Sumsel ini,kini dikit demi sedikit berangsur ternodai mulai dari dugaan pilah-pilihnya dalam pelayanan hingga kepada dugaan adanya unsur pungli yang di lakukan tim petugas medis dalam melayani pasien terutama kepada pasien yang memakai Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau yang biasa di sebut warga Sumsel Jamkessos berobat gratis hasil program terobosan Alex Noerdin dengan biaya di tanggung pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan dengan Adanya memorandoem of understanding (MoU) dalam menanggung biaya Berobat secara gratis untuk masyarakat wilayah Sumatera Selatan.

Namun miris,yang terjadi di Puskesmas Mangga Besar,pasien inisial FA (03) yang diduga terserang penyakit DBD,yang di antarkan langsung ibunya inisial TR (29) saat mau berobat ke Puskesmas tersebut dengan membawa persyaratan seperti persyaratan yang di tentukan di pintai biaya berobat oleh petugas Puskesmas.

Kronologis kejadiannya sangat miris,pasien dan ibunya datang ke puskesmas Mangga Besar karena jarak tempuh dari rumahnya ke Puskesmas itu sangat dekat cuma lebih kurang 500 meter karena mengingat membawa pasien yang menderita demam,di pintai biaya berobat dan cek darah oleh petugas Puskesmas,namun lucunya data-data berobat gratis masih tetap harus di penuhi,pada saat ibu pasien memintakan kwitansi pembayaran pihak puskesmas tidak mau memberikan dengan alasan tidak ada dalam aturan pasien membayar harus pakai kwitansi (wajar jika berobat gratis,red) ujar salah satu petugas Puskesmas,perdebatan sempat terjadi antara keluarga pasien dan perawat.

Sementara itu,Kepala Puskesmas Mangga Besar Dr.H.Iriyadi mengelak bahwa Puskesmas yang dia pimpin kerap melakukan pungli, “menurutnya pasien wajib bayar karena mereka berlainan wilayah semisal ada Pasien Prabumulih Timur  yang hendak berobat di puskesmas Mangga Besar,maka pasien tidak diterima sebagai Jamsoskes melainkan sebagai pasien umum” jelasnya.

Namun aneh,berdasarkan pantauan langsung data pasien tetap di data sebagai pasien Jamsoskes,selain tidak mau memberikan kwitansi kepada pasien.

Lalu,karena tidak di terima nya sebagai peserta Jamsoskes di kelurahan Mangga Besar tersebut TR mengajak FA berobat di Puskesmas Sukajadi yang jarak tempuh dari rumahnya berskisar lebih kurang 3 kilo meter. >>Alex

Related posts