BAZNAS KOTA KOTAMOBAGU SUKSES GELAR KEGIATAN PELATIHAN FARDHU KIFAYAH

KOTAMOBAGU, MR – Kegiatan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Kotamobagu yang di buka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kotamobagu Sahaya S. Mokoginta, SSTP., ME pada Rabu, 22 dan 23 April 2026 terkait pelatihan fardhu kifayah khusus muslimah Se- Kotamobagu yang digelar di gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) lantai dua.

Pelatihan tersebut di ikuti empat Kecamatan, Namun pihak BAZNAS untuk hari pertama Kecamatan Kotamobagu Selatan dan Kecamatan Kotamobagu Barat dan untuk hari kedua Kecamatan Kotamobagu Utara dan Kecamatan Kotamobagu Timur. Tiap Kecamatan tersebut mengutus tiga nama Pegawai Syar’i perempuan atau calon Penerus atau Kader tingkat Kelurahan/Desa.

Nara sumber dari MUI Ustadz Ahmad Syafi’i dan Ustaza Lilah Nurhasanah istri tercinta Gus Asep.

Ustazah lilah menyampaikan, inti dari fardhu kifayah itu adalah kewajiban kelompok bukan individu.

“Jika sudah dilaksanakan: Apabila sebagian muslim sudah melaksanakannya (baik satu orang atau sekelompok orang), maka gugurlah kewajiban bagi anggota masyarakat lainnya,” ujarnya.

Terus artinya lagi kata Ustadz Ahmad Syafi’i, tadi yang di jelaskan fardhu kifayah itu sebenarnya bukan hanya mengurus jenazah, tetapi ada istilahnya sosial dengan masyarakat.

“Fardhu kifayah juga adalah bentuk tanggung jawab kolektif atau tanggung jawab sosial yang diajarkan dalam Islam untuk menjaga keharmonisan, keseimbangan, dan keberlangsungan hidup bermasyarakat,” jelasnya.

Lanjut, fardhu kifayah dalam pengurusan jenazah meliputi empat kewajiban utama: memandikan, mengkafani, mensholatkan, dan menguburkan.

“Harapan Pemateri mudah-mudahan dengan adanya pelatihan ini, nanti sudah ikut pelatihan tersebut bisa menyampaikan ke masyarakat luas, supaya dalam mengurus jenazah InsyaAllah nanti bukan hanya berfokus pada pagawai Syar’i, terapi keluarga-keluarga orang yang meninggal, masyarakat setempat bisa mengurusnya,” pungkasnya, Ingat memandikan mayid dengan lembut jangan kasar karena sekujur badan terasa sakit.

Dalam pandangan Islam, sakaratul maut adalah momen sangat menyakitkan saat ruh terpisah dari jasad, sering digambarkan seperti tebasan ratusan pedang. Rasa sakit ini menimpa seluruh bagian tubuh, menyebabkan penderitaan hebat, keringat di kening, dan penurunan kesadaran, yang dianggap sebagai perpisahan terakhir dengan dunia, gambaran mengenai sakitnya nyawa dicabut Puncak Rasa Sakit Menurut Imam Ghazali, rasa sakit sakaratul maut menyerang inti jiwa dan menjalar ke seluruh bagian tubuh.

Turut hadir mewakili Kakankemenag Kotamobagu, Kakankemenhaj Kotamobagu, Ketua BAZNAS Kotamobagu Kamal Babay, SE Komisioner Pimpinan Waka Bidang 1 Jainudin,SP,.ME, Komisioner Pimpinan Waka Bidang 3 Perencanaan Keuangan dan Pelaporan seluruh Staf serta Relawan BAZNAS Kotamobagu. (Neni)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.