Jalan Rusak Tarempa Makan Korban

Anambas,(MR)

Jalan rusak  dari arah Tarempa menuju Batu Tambun akhirnya memakan korban. Seorang siswi kelas 3 Mts. Tarempa berinisial “M” terja-tuh sampai tidak sadarkan diri saat melewati jalan tersebut pada Minggu (15/01) selepas adzan maghrib. Siswi MTs. ini terbilang cukup tidak berun-tung. Pasalnya ini adalah kali ke empat dia mengalami kecelakaan di tempat tersebut. “Ini sudah keempat kali dia jatuh di sana. Yang paling parah sebelum lebaran tahun lalu, anak saya ini terjatuh sam-pai harus menerima 5 jahitan,” terang Marudin, orang tua korban saat ditemui di Pus-kesmas Tarempa.

Saat ditemui di Puskesmas Tarempa beberapa saat setelah kecelakaan tersebut terjadi, korban masih dalam keadaan yang tidak stabil. Terlihat jarum infuse masih melekat di tangannya. Menurut informasi, dia sudah menghabiskan 2 botol infuse hanya dalam bebe-rapa jam saja.

Menurut beberapa warga yang menolong korban, kon-disi jalan pada saat itu memang sulit untuk dilalui. Disamping jalan yang rusak parah, listrik pun mati sehingga tidak ada penerangan jalan sama sekali. Belum lagi air yang mengalir cukup deras, membuat jalan rusak tersebut menjadi licin. “Kondisi jalan memang sudah tidak layak digunakan lagi pak. Apalagi pada saat itu mati lampu dan air mengalir membuat jalan licin,” demiki-an papar seorang warga yang tidak mau disebutkan nama-nya. Ditemui di Puskesmas Tarempa, Marudin, ayah korban sedikit menceritakan kronologis kejadian nya.

Pada awalnya korban ingin turun ke tarempa untuk mem-beli makanan. “M” menemui ibunya untuk meminta uang Rp.30.000 untuk digunakan membeli makanan. Pukul 16.00 WIB korban turun ke Tarempa dengan mengguna-kan sepeda motor berwarna Silver. “Anak saya mau beli makanan ke Tarempa. Dia minta uang Rp. 30.000 sama ibunya. Setelah diberikan dia pergi,” kata Marudin. Setelah Adzan Maghrib, “M” bermak-sud kembali ke rumahnya di kawasan Batu Tambun. “M” mulai mengendarai sepeda motor yang tadi dibawanya dari rumah. Awalnya “M” dapat mengendarai motor tersebut dengan baik. Setelah naik ke tanjakan di sebelah masjid jamik, “M” sudah mulai was-was, pasalnya pada saat itu listrik sedang mati, sehing-ga jalan pun sudah gelap.

Selang berkendara bebe-rapa jauh, akhirnya “M” sam-pai ke jalan naas tersebut. Kon-disi waktu itu sangat gelap, dan jalan pun rusak parah. Hanya ada sedikit jalan kecil yang bisa digunakan motor untuk melintas. Meski kondisi jalan rusak, “M” tetap nekat menem-puh jalan tersebut, karena itu adalah satu-satunya jalan yang bisa digunakan menuju rumah-nya. Saat melewati jalan ter-sebut, “M” mulai kehilangan kendali. Setelah oleng bebe-rapa saat, tubuh lemahnya tidak mampu menahan berat motor sehingga “M” pun terpe-rosok ke arah pohon pisang yang tumbuh di samping jalan. “Dia sudah mulai oleng saat tanjakan jalan rusak itu. Pas dia melintasi jalan dia terperosok jatuh kesamping. Untung saja motornya tertahan pohon pisang. Kalau tidak pasti sudah tertimpa juga,” papar salah satu saksi yang tidak mau disebutkan namanya.

Setelah motor diangkat oleh warga yang kebetulan melintas, tubuh M, ditemukan sudah tergolek pingsan. Warga segera membawa “M” ke Puskesmas Tarempa dan sege-ra menghubungi orangtua kor-ban “Kita lihat dia sudah ping-san. Langsung kita bawa ke Puskesmas untuk segera dira-wat. Begitu masuk langsung dapat penanganan intensif,” papar saksi tersebut.

Sementara itu dirumah ibu “M” sudah mulai cemas karena setelah ditungggu-tunggu “M” tidak kunjung datang. Bebera-pa saat kemudian ibu “M”  mendapat kabar kalau putrinya kecelakaan di Tarempa. Kece-masannya semakin memun-cak. Ibu “M” segera memang-gil suaminya dan segera menu-ju Tarempa. “Waktu dapat kabar putri saya kecelakaan saya langsung panik. Lang-sung saya ajak suami turun ke Tarempa untuk melihat kondisi putri saya,” kata Ibu “M”.

Orangtua “M” berharap pemerintah segera memper-baiki jalan tersebut. Mereka tidak ingin ada korban lain lagi setelah putri mereka. Menurut mereka sudah saatnya jalan tersebut diperbaiki karena sudah cukup banyak menyu-sahkan pengguna jalan. “Saya harap pemerintah memper-hatikan jalan tersebut. Sudah banyak yang mengeluh tentang jalan yang rusak itu dan akhirnya sekarang putri saya menjadi korban. Saya harap tidak ada korban lagi setelah ini,”  pinta Orangtua “M” kepada Pemkab Anambas.

Menanggapi masalah ter-sebut, Sekretaris Dinas Peker-jaan Umum (PU) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), Iwan K. Rony berjanji akan segera membenahi jalan terse-but, paling tidak sampai bisa dilewati kendaraan. Setelah pengesahan APBD KKA, akan diadakan lelang proyek untuk membenahi jalan tersebut. “Dalam waktu dekat kita akan perbaiki, paling tidak sampai bisa dilewati kendaraan. Setelah pengesahan APBD maka kita akan segera adakan lelang proyek untuk pembena-han jalan tersebut,” terang iwan saat ditemui di kantor dinas PU KKA. >> Artur/Edo

Related posts