Natuna (MR)- Tidak seperti biasanya, suasana di sekolah menengah Atas, SMA 1 Bunguran Timur, ramai dihalaman sekolah. Pada hal waktu menunjukkan jam belajar. Namun ratusan siswa berseragam lengkap, berkumpul secara berkelompok. Pemandangan seperti ini, baru pertama kali terlihat. Meski hujan ,para siswa ini terlihat gembira.
Ternyata hari ini, merupakan sejarah baru bagi siswa SMA 1 Ranai. Ini bisa jadi terobosan bagi sekolah lain, dalam hal berdemokrasi di Lingkungan sekolah. Pasalnya, SMA 1 unggulan ini, akan melaksanakan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS, layaknya Pikkada.Pengen tampil beda kegiatan pun diramu habis.
Kenapa demikian?, karena pemilos (Pemilihan Ketua OSIS) Disekolah ini, tatanan panitia penyelenggara, mirip dengan pelaksanaan Pilkada dilakukan KPU.
“9 November 2017,bisa dikatakan momen Sejarah bagi dunia pendidikan Natuna”.Dalam tautannya di WA Grub Ketua KPU Natuna Affuandris mengatakan, pihak sekolah ,bekerja sama dengan KPU NATUNA mendesain dan membimbing siswa SMA utk melakukan pemilihan Osis secara demokrasi layaknya Pemilu.
Ada Panitia Induk, seperti KPU,ada PPK, KPPS di 3 TPS yg disediakan panitia. Bukan hannya itu saja, TPS pun di lengkapi pengawas dan Surat suara ,untuk dicoblos .Bahkan disiapkan juga tinta ujung jari tanda telah melakukan hak suara. Persis kayak Pemilu. Sayangnya, 615 siswa ini dipastikan tidak belajar seperti biasanya.
Ketua KPU, ini juga berharap ada rekan2 pers yg berkenan meliput untuk memberitakan hal baik ,agar pendidikan demokrasi sejak dini dimulai dari bangku sekolah.ucap AFF dalam laman WA grub.Bahkan sebagian Kadis, menanggapi positif kegiatan ini.
Kepala sekolah SMA N 1 Bunguran Timur, Rihatno Budi Spd,mengakui jika pelaksanaan pemilihan Ketua dan wakil OSIS, Baru pertama kali dilakukan layaknya Pilkada.Terima kasih banyak atas dukungan KPU kabupaten Natuna,hingga terlaksananya acara ini.
Kegiatan ini termasuk pendidikan karakter Dan demokrasi bagi Siswa Siswi SMA, 1 Bunguran timur.
Budi juga mengakui jika acara tersebut telah dirancang 1 bulan yang lalu dan selalu koordinasi dengan KPU Natuna. Kegiatan ini, persis simulasi kegiatan Pilkada. Seolah olah siswa melakukan pemulihan kepala daerah.
Ada sekitar 615 siswa dari klas 10-12, i kut menggunakan hak suaranya. .
Sementara untuk biaya honor Panitia diambil dari dana kesiswaan. Kegiatan ini akan kita tuntaskan selama 1 hari .karena ada 3 bilik suara.
Untuk kandidat sendiri ada 4, pasang.Kemudian Kita lakukan lagi seleksi, secara administrasi, dan wawasan, maka yang layak untuk ikut dalam pemilos ini, hanya 2 pasang.semua berasal dari kls 12. “Awalnya kita ambil dari setiap klz, dan akhirnya hanya 2 pasang dinyatakan layak untuk mengikuti .”
Kegiatan ini sudah kita laporkan ke Disnas Provinsi Kepri. Ini merupakan edukasi anak anak, karena prestasinya penguatan karakter.Disdikprov mendukung kegiatan ini. Ujar Sang Kepala Sekolah.
Dari hasil pengamatan dilapangan, kegiatan ini ada sisi positif ada negatifnya. Kenapa demikian, karena siswa dapat praktek langsung melakukan hak suara. Pada hal setiap Pilkada, KPU, selalu melakukan sosialisasi kepada Sekolah tingkat SLTA, bagaimana tata cara penggunaan hak suara bagi pemilu pemula. Dengan demikian apakah ini bukan mubajir?.Liburnya belajar hari ini, tentu siswa merasa dirugikan.
Sementara itu Kadisdikprov. hingga berita ini di terbitkan belum dapat dihubungi, terkait pemberitaan ini./Roy.
