Gara gara Human Error, Kapten Kapal Terancam Gantung SIM?.

Tukul Harsono Akui Ada Kelalaian.

Natuna (MR)- Kandasnya KM Bukit Raya di karang ninih, beberapa minggu lalu, membuat tanda tanya besar bagi semua kalangan .
Pasalnya, Kapal Penumpang kebanggaan masyarakat Natuna itu sudah puluhan tahun melewati jalur sama. Naas saat itu kapal menabrak karang, mengakibatkan, bocor dan harus dilakukan evakuasi penumpang.

Direktur Armada Tukul Harsono saat melakukan konprensi pers , dirumah makan gray Natuna tgl 25/05 2018, jalan batu kapal,Ranai mengakui jika kapal mengalami human error.

Ini diluar dugaan Kita.Namun demikian pihaknya telah berupaya agar semua bisa terselesaikan, sehingga tidak mengganggu arus mudik masyarakat.

Tukul Harsono juga mengakui ketika dilaksanakan evakuasi penumpang, ada kelalaian dari kru Kapal , karena tidak memperhatikan keselamatan.
.”Saat penumpang turun sebahagian tidak memakai life jacket”.mungkin karena terjadi kepanikan makanya lupa, ucap Harsono.

Dalam insiden ini, Pihak Pelni akan tetap memberikan sangsi tegas kepada kapten kapal ,sembari menunggu sidang mahkamah pelayaran.
“Nahkoda sudah diberi sangsi.SIM Kita cabut dulu selama 3 bulan”. ini masih dilakukan penyelidikan oleh KNKT.(Komite Nasional Keselamatan Transfortasi.)

Jika terjadi kelalaian ,bisa jadi SIM di cabut untuk selamanya ucap Harsono.

Tukul Harsono juga berterima kasih, kepada Pemkab Natuna,Lanal Ranai, Polres Natuna, dan masyarakat telah siap siaga memberikan bantuan sehingga zero insident.

Untuk mengantisipasi arus mudik, pihaknya telah mempersiapkan KM Lawit, sambil menunggu KM Bukit Raya diperbaiki. Kalau tidak meleset tgl 4 Juni KM Bukit Raya sudah kembali berlayar.Karena kerusakan hanya pada kulitnya saja.Mesin aman.Disamping itu ,Pelni menyiapkan 3 kapal perintis untuk menambah pelayaran ke Natuna.

Masyarakat tidak perlu kwatir soal transfortasi arus mudik.Seandainya KM Bukit Raya belum juga bisa berlayar, Kita akan tetap memakai KM Lawit. Saya berharap , rambu rambu lalu lintas terpasang di sana.Mengingat kejadian serupa sudah dua kali .

Bodi kapal koyak sepanjang 8 meter. namun tidak parah.Dan sudah ditambal. Kendati demikian kapal harus naik dok agar lebih menyakinkan.

Terkait kerusakan kerumbu karang, menurutnya sangat kecil kemungkinan.
Mengingat kapal menabrak batu besar, mengakibatkan Kapal duduk manis di batu karang,ucap mantan Mualim 1 kapal perintis itu.’Ia mengakui Tahun 1990 Dirinya sudah sering berlayar ke Natuna”.Baginya daerah ini, tidak asing lagi.

Sementara itu , Wakil Bupati Natuna.Ngesti Yuni Suprapti meminta PT Pelni, agar mengantisipasi pelayaran ke Natuna, menjelang hari raya.

Menyikapi kapal kandas di karang ninih, Pemkab Natuna langsung turun ke lokasi. Semoga apa yang dijelaskan Pak Tukul Harsono , bisa berjalan dengan baik.

Kita berharap, transfortasi untuk mengangkut penumpang Arus mudik jelas..”Kami juga menginginkan kantor PT Pelni ada di Natuna, sehingga koordinasi bisa cepat.Ucap Ngesti. Didampingi Kadishub Natuna Iskandar DJ./Roy.

Related posts