Fraksi PDIP Resmi Tolak Usulan Kenaikan TDL

Jakarta,(MR)
Fraksi PDI Perjuangan secara resmi menolak usulan Pemerintah untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15 persen. Menurut Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Puan Maharani, kebijakan demikian sangat tidak tepat. “Kami tak setuju. Buat kami kebijakan kenaikan ini hanya akan memberatkan rakyat banyak,” tegas Puan di Jakarta, hari ini.
Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Daryatmo Mardiyanto,  menjelaskan lebih jauh alasan mereka menolak kenaikan TDL itu. Dia  menjelaskan bahwa audit BPK pada September 2011 sebenarnya sudah  menemukan bahwa telah terjadi mismanajemen dan pemborosan di PT PLN karena kegagalan memenuhi bahan bakar gas (BBG) untuk 8 unit pembangkit listrik.
Sebagai latar belakang, kebanyakan mesin PLN menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Naiknya harga minyak dunia telah menyebabkan beban operasional mesin-mesin PLN juga meningkat.
Kegagalan ini menyebabkan PLN merugi Rp17,9 triliun pada 2009 dan Rp19,69  triliun pada 2010, atau total sekitar Rp37,59 triliun selama dua tahun.
Sementara Pemerintah, melalui Kementerian ESDM, berniat menaikkan TDL 15 persen, yang akan menghasilkan tambahan dana sekitar Rp14,89 triliun untuk  perusahaan plat merah itu.
Daryatmo menyatakan pihaknya tak bermasukd untuk menuding ada oknum pemerintah yang kongkalikong dengan mafia dan broker minyak bermain di balik keputusan menaikkan TDL itu. “Yang  pasti, bagi kami, usulan kenaikan TDL ini artinya kegagalan BUMN  seperti PLN, harus ditanggung masyarakat. Kami melihat Pemerintah ini  selalu mencari jalan keluar dengan membebankan kepada masyarakat. Inilah  masalahnya,” kata Daryatmo.
Dia melanjutkan pihaknya menduga PLN, dalam arti tertentu, telah berhasil ‘menyetir’ pemerintah untuk menutupi kegagalannya dengan keluarnya keputusan negara menaikkan harga TDL. “Kami berharap, jangan sampai keinginan PLN menjadi keputusan negara. Bagi kami, apabila PLN mau memperbaiki kinerjanya, masyarakat tak perlu dibebani dengan kenaikan,” tandas Daryatmo.
Pada kesempatan itu, Daryatmo juga mendesak Pemerintah dan PLN untuk serius  melaksanakan diversifikasi sumber energi demi peningkatan kebutuhan  listrik nasional. “Yang penting sekarang adalah keberanian pemerintah untuk melaksanakan bauran energi. Itu kuncinya,” tandas dia. >> Tedy Sutisna

Related posts