Dugaan Rekayasa Data Siswa Kepsek SD Koititi Diacuhkan

Halsel, (MR)
KEPALA sekolah (kepsek) Sekolah Dasar Negeri (SDN) koiti, kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera selatan, di duga telah Melakukan Rekayasa data Jumlah siswa yang di miliki oleh Sekolah tersebut, hal ini di sampaikan Salah seorang staf Guru SDN koititi yang enggan di Korankan namanya kepada wartawan beberapa waktu Lalu di kantor Diknas, Pendidikan Halsel Namun Hingga kini yang bersangkuatan tidak diberikan Sangsi berupa apapu kepada Kepala tersebut.
Menurut salah seorang staf guru pada SDN koiti mengatakan kepala sekolah SD Negeri koititi, Bakri Maendo, di duga Telah melakukan Rekayasa Data Jumlah siswa pada sekolah SD koititi, pasalnya jumlah siswa yang di miliki oleh SDN kaoiti hanya 120 orang sementara data jumlah siswa yang di Masukkan oleh Kepsek SDN koiti Ke Dinas Pendidikan yakni 240 orang, dan sekitar 60 orang siswa yang di tambah oleh Kepsek Bakri maendo dan itu merupakan Data yang duga Fiktif telah di Rekayasa oleh kepala sekolah SDN koititi Bakri Maendo, untuk Mendapatkan Jumlah Dana Bos yang lebih Besar.
Rekayasa data yang di lakukan oleh Kepala sekolah SDN koititi Bakri Maendo ini juga untuk mengambil ke untungan Pada penerimaan Dana Biaya operasional Sekolah (BOS) yang Biasanya di terima, Persiswa Pertriwulan Rp.500.000 di kalikan dengan Jumlah 60 orang maka dana yang di ambil oleh Kepala sekolah SDN koititi, Bakri Maendo Sebesar Rp.30.000.000 dan Dana BOS SDN koititi Suda di Cairkan oleh Kepsek Bakri Maendo Sebanyak dua Kali triwulan, jadi dana yang di ambil Dari jumlah data siswa Fiktif yang telah di Gelapkan yakni sebesar Rp.60.000.000.
Hal ini di benarkan Kepala sekolah SDN koitit Bakri Maendo Saat di konfermasi Wartawan Rabu pecan kemarin Pihaknya telah mengakui di SDN koitit terjadi Penambahan jumlah siswa fiktif sekitar 60 orang, dan Siswa yang sebenarnya dimiliki oleh SD koititi Yakni 120 orang bukan 240 orang namun yang terjadi Jumlah SDN koitit 240 orang jadi sekitar ada 60 oarang siswa yang di Duga Fiktif, jadi saya juga kaget ketika Dua kali saya cairkan Dana BOS SDN koitit karena terjadi pembengkakan. Namun dana kelebihan tetap di Gunakannya karena Data tambahan siswa Fiktif itu di lakukan mantan Kepala sekolah, jabida Hasan, Bukan saya, Tandasnya.
Sementara itu kepala Dinas Pendidikan Halsel Drs. Ahmad Hadi, Saat di Konfermasih Media Rakyat (17/9) melalui Pesan singkat tidak ada tanggapan dari Kadis Pendidikan. >> Mad

Related posts