Halmahera Timur, (MR) – Dinas pendedikan kabupaten Halmaherah Timur saat ini fokus melakukan efaluasi ke setiap lembaga pendedikan terutama daru tingkat PAUD sampaiSMP . Efaluasi ini terkait penerapan model pembelajaran tatap muka dengan menggunakan sistem sift . Saat diminrai informasi yang terkait penerapan pembelajaran dengan model tatap muka melalui sistem sift , kadis pendedikan kabupaten Haltim Beny Sutarman SPD mengakui pihaknya masih banyak menemukan kendala yg dialami oleh setiap sekolah dalam penerapan metode belajar dimasa covid .
” Sebelumnya kita menggunakan metode luring yakni guru menggunjungi siswa di rumah, disamping itu guru menyiapkan bahan ajar atau materi yang selanjutnya bisa diambil siswa untuk dipelajari di rumah .Selanjutnya dengan refisi kurikulum dimasa pandemi covid dan juga status Halmaherah Timur yang masuk dalam zona hijau pada desember kemarin akhirnya kita memulai dengan tatap muka sistim sift. Yang jelas kita masih dihadapkan dengan beberapa kendala yakni ada beberapa kecamatan yang akses jaringan belum terlayani. Disamping itu rentang giografis wilayah Halmaherah Timur terutama beberapa kecamatan dan desa yang masih sulit dijangkau. Tapi alhamdulillah kecamatan lainnya sudah efektif. Kita berharap kendala uni bisa diatasi pada tahun tahun berikutnya ” . Tutur Beny .
Menurutnya pemda Haltim tetap konsisten untuk menjawab setiap persoalan pendedikan . Demi memenuhi kebutuhan pendedikan terkait tenaga guru misalnya pemda membijakinya dengan mengangkat guru honorer daerah , pemda juga mensiasati ketudakcukupan pembiayaan pendedikan yang bersumber daru dana BOS dengan mengalokasikan anggaran melalui BOSDA , juga kebijakan pendedikan gratis, pendedikan dengan tidsk memungut biaya adalah bentuk dari terobosan program pemda yg memiki sisi manfaat untuk masyrakat. Upaya ini untuk untuk menjawab ketidakmampuan masyarakat dalam menyekolahkan anaknya ” tegas Beny. (ATENG MRC)
