Kota Malang, (MR)
Kabar gembira kembali didapat masyarakat Kota Malang seiring kian mudahnya pengurusan berbagai perizinan. Mobil keliling layanan terpadu milik Dinas Penaman Modal dan Pelayaman Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Malang, kini sudah beroperasi.
Kepala DPM-PTSP Kota Malang, Jarot Edy Sulistyono, mengatakan, operasional sudah berlangsung sejak awal Maret 2017 ini.
Sementara, untuk saat ini baru satu unit mobil yang tersedia. Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Penggawasan Bangunan (DPU-PPB) ini menjelaskan, beroperasinya mobil keliling ini tak lepas dari keinginan Pemkot memberi layanan terbaik bagi warga Kota Malang.
“Kami ingin memberikan pelayanan terbaik dengan sistem jemput bola,” ujar pria berkacamata ini kepada MVoice.
Dengan berlakunya sistem keliling, kini masyarakat tidak lagi harus jauh-jauh ke komplek Perkantoran Terpadu atau Block Office di Kedung Kandang untuk mengurus perizinan. Selama ini, ditengarai banyak warga enggan berurusan dengan perizinan dengan alasan lokasi pengurusan terlalu jauh.
“Kini, diharapkan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan perizinan dapat terpenuhi, sehingga ke depan tidak ditemukan lagi pelanggaran perizinan,” papar Jarot.
Ia menambahkan pihaknya telah mengatur jadwal khusus operasional layanan mobil perizinan keliling. Jadwal ini ditetapkan agar masyarakat bisa mengurus perizinan di kantor kecamatan maupun pusat-pusat keramaian . Ia menyebut, mobil keliling ini beroperasi tiap hari, termasuk hari libur.
“Senin sampai Jumat di kantor kecamatan. Sabtu-Minggu di mall atau pusat keramaian, tapi terkadang juga tersedia di kegiatan sambung rasa wali kota,” paparnya.Terkait jadwal di kantor kecamatan, Jarot menambahkan, secara rutin kendaraan keliling itu membuka layanan di Klojen tiap Senin, Selasa di Blimbing, Rabu di Lowokwaru, Kamis di Sukun, dan Jumat di Kedung Kandang.
Untuk lokasi seperti terminal , secara bergilir juga disediakan pada hari sabtu. “Semua bisa di layani di mobil ini , dengan catatan izin yang bisa cepat di selesaikan seperti izin trayek,”tukasnya. Sementara terkait keterbatasan armada yang ada, Jarot berjanji bakal mengevaluasi keberadaan layanan keliling tersebut, artinya jika respon masyarakat cukup positif, tidak menutup kemungkinan pihaknya bakal menambah armada. >>Giz
