Natuna, (MR)
Usai melakukan peninjauan kepada sejumlah lokasi pembangunan di Kabuoaten Natuna, Menko Polhukam, Wiranto mengadakan junpa pers kepada sejumlah wartawan. Menurutnya ,tujuan sejumlah menteri hadir di Kabupaten Natuna, untuk melakukan peninjauan program pembangunan di daerah pesisir. Nawa cita Presiden membangun daerah kepulauan, bukan hanya isapan jempol, ini sudah dilakukan.
Kita sudah melaksanakan pembangunan itu dari Sabang sampai Merauke dan teriontasi di 3 Hal yaitu konsep pembangunan, Pertahan dan Ekonomi., ujar Wiranto.
Masalah pertahanan, sudah dilakukan dan TNI siap menjaga keamanan dan keutuhan NKRI dari gangguan Negara luar. Pembangunan di bidang infratuktur sudah berjalan secara berkala. Saat ini, Pemerintah Pusat sudah mengucurkan dana 17 Trilyun, untuk daerah kepulauan Sementara Provinsi, Kepri Kecipratan 1,4 Trilyun.
Pemerintah pusat sedang galak galaknya membangun daerah perbatasan Untuk pembangunan pos, antekong sudah dilakukan perbaikan agar pos-pos di daerah perbatasan lebih baik dari wilayah tetangga kita,merupakan Perintah Jokowi .Kita mulai dari pos lintas batas. Dan sudah 7 selesai .Tahun ini ada penambahan 2 pos lagi. Intinya Presiden mau infratuktur daerah lintas batas harus lebih baik dari Negara lain .Karena merupakan jati Diri Bangsa dan menjaga kehormatan kita.
Terkait upaya pengoperasian Bandara Ranai, Menhub meminta telah diupayakan secepatnya. Kemarin Kita lagi mengupayakan soal listrik. Nah, setelah itu rampung. Maka akan dilakukan pengoperasian. Kita akan mengundang penerbangan sebanyak-banyaknya untuk dapat mengurangi harga tiket. Tetapi masyarakat harus lebih bersabar, sebab harga tiket tidak mungkin langsung turun drastis. Ia juga menghimbau agar tidak ada yang bermain soal harga tiket.
Lain halnya dengan Mendagri. Masalah insfratuktur dapat diselesaikan secepatnya, ini sesuai dengan arahan dan perintah Pak Jokowi pembangunan infratuktur harus selesai selama 2 tahun di 7 Kabupaten Perbatasan. Untuk jalan masih terus dilakukan, sejumlah pelabuhan sudah selesai.
Masalah sosial ekonomi menjadi perhatian khusus Presiden, harus rampung di tahun 2018. Beliau minta 3 tahun sudah kelar semua. Percepatan pembangunan, melibatkan TNI. Mereka diminta membantu pembukaan jalan, dan pembukaan lahan pertanian. Natuna Pokus di pertahanan, dan jadi Kabupaten ujung Negri itu jadi pangkalan militer .
Untuk daerah otonomi baru ada sekitar 237 yang mendaftar. Kita mau lihat kesiapan daerah itu dulu. Oleh sebab itu Presiden meminta DOB, di pending dulu. Lain halnya dengan Gubernur Kepri. Ia mengatakan, harus melihat Kors bisnis apa yang menonjol di daerah itu. Kepri ini merupakan alur perdagangan bebas. Natuna potensi ikan maka kita kembangkan Natuna Jadi sentral perikanan. Kita jadikan Kepri ini menjadi beranda terdepan bagi NKRI.
Sementara Menteri PUPR, mengaku kalau tahun ini jalan tembus teluk Buto Klarik, penambahan hanya 1 km. padahal kemarin 7 km. Hal itu dikarenakan adanya pekerjaan dari Provinsi. Makanya kami mau lihat dulu. Apakah BPK mengizinkan, atau tidak, tapi Kita tetap akan meneruskan, ucap Basuki Hadimulzono. Dari hasil peninjauan, Klarik belum ada pelabuhan, sandar kapal besar. Nanti akan kita lihat mana skala prioritas. Intinya jalan,Teluk Buton klarik bukan Kita tinggalkan. >>Roy
