Dalam pelaksanaan program kegiatan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabu-paten Cianjur salah satunya adalah meningkatkan program konservasi lahan kritis, yang berbentuk bantuan untuk para Kelompok Tani, selanjutnya petugas Dinas kehutanan terus mendorong dengan membina Para pelaksanaan kegiatan program Kebun Bibit Rakyat (KBR), kemudian mening-katkan Sumber Daya Air (SDA) melalui Daerah Aliran air Sungai (DAS).
Program kegiatan Kebun Bibit Rakyat (KBR), yang di keluarkan dari Bapedas bahkan sudah berjalan dua tahun pertama pada tahun 2010/2011 karena program tersebut yang dulunya ada yang disebut program Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis (GRLK) sekarang program itu disebutnya Kebun Bibit Rakyat (KBR), namun semua itu tujuanya dari Dinas Hutbun Cianjur sama yaitu terus berupaya meningkatkan, mempertajam pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis terutama di Cianjur selatan, selama ini masih banyak lahan yang sangat kritis bahkan terpen-car dengan ak-sesibilitas begi-tu rendah, kare-na tenaga per-sonal dari Dinas Hutbun baik struktural mau-pun fungsional mungkin bisa saja terbatas.
Oleh karena itu menurut Kepala Dinas Hutbun Kabu-paten Cianjur H. Herman Suher-man, ST.MaP. mengatakan dengan adanya bantuan KBR dalam pelaksanaan penanaman harus bibit yang sudah bersertifikasi, maka itu ketua kelompok Tani di barengi di Bina oleh petugas dari Dinas Hutbun, masyarakat di latih melalui penyemaian melalui program KBR bahkan di Kabupaten Cianjur tahun 2011 KBR ada (68) Kelompok tersebar di beberapa Keca-matan. Begitu pula kepada rekan-rekan Pers bilamana menemukan keganjilan langs-ung diketemukan dengan saya akan saya tindak lanjuti, “tegasnya Kandis.
Juga ditambahkan Benda-hara Dinas Hutbun Kabupaten Cianjur Tatang Karsono menye-butkan dengan meningkatkan KBR Kabupaten Cianjur masih luas lahan Kritis terutama di Cianjur selatan, bahkan untuk keterangan yang lebih luas ada bagianya, namun mereka tidak hadir karena keberadaanya sedanbg sakit, “ungkapnya . >> Deden Trio / A. Sofyan

