Kayuagung, (MR)
Program Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan Iskandar SE, di sambut baik masyarakat dengan Membangun Kabupaten OKI dari Desa, program ini sangat menyentuh masyarakat dari lapisan bawah terutama pembangunan infrastruktur, mengingat dengan di bangunnya infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ketua LIPER-RI Hamadi SE mengatakan kepada wartawan belum lama ini sangat menyesalkan dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur seperti jalan di Kabupaten OKI tidak berkualitas, berdasarkan pemantauan LIPER RI di lapangan Proyek pembangunan jalan di Kabupaten OKI tahun 2015 yang menelan dana ratusan juta bahkan milyaran rupiah baru hitungan bulan selesai di kerjakan sudah rusak ini semua diduga kurangnya pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten OKI, sehingga tidak berkualitas dan tidak mengacu kepada ketentuan yang ada.
Lebih lanjut Hamadi SE mengatakan pembangunan jalan merupakan program prioritas Bupati, bahkan setiap Bupati Iskandar SE kunjungan ke Desa-Desa selalu mengatakan kepada masyarakat pembangunan jalan merupakan pembangunan yang di utamakan, mengingat jalan untuk mempelancar perekonomian masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten OKI ini semua sesuai dengan program Bupati OKI membangun dari desa
Banyaknya pekerjaan jalan di Kabupaten OKI tidak berkualitas baru hitungan bulan selesai di kerjakan sudah rusak, Diduga pihak PU BM tidak mendukung program Bupati OKI Iskandar SE, seperti salah satu contoh jalan Desa Kayu Labu menuju Desa Sumber Hidup.SP.1 baru hitungan bulan selesai di kerjakan sudah rusak diduga pekerjaan tersebut tidak berkualitas dan kurangnya pengawasan Dari PU BM Kabupaten OKI.
Dengan kejadian ini Hamadi SE mengharapkan kepada pihak penegak hukum baik yang ada di Kabupaten maupun di Provinsi Sumatera Selatan untuk dapat memeriksa dan mengusut tuntas paket proyek yang ada di Kabupaten OKI, di duga tidak berkualitas seperti pembangunan jalan Desa Kayu Labu menuju Desa Sumber Hidup.SP.1, apabila terbukti ada penyimpangan siapapun yang terlibat dalam paket proyek tersebut seret sampai kemeja hijau baik Pihak kontraktor maupun pihak PU BM selaku pengawasan.
Menurut salah seorang sopir taksi trevel, yang sedang melintasi jalan yang rusak mengatakan kepada wartawan jalan tersebut baru diperbaiki pada tahun 2015 yang lalu namun baru beberapa bulan sudah rusak kembali bahkan nyaris tidak bisa dilewati, kerusakan seperti ini hampir di sepanjang jalan, “terase jalan bagus musim kemarau itu be kami mandi debu, kalu musim peng hujan cak inilah, cak mane pemerintah melakukan pembangunan jalan empai behape bulan lah rusak pule” ujar salah seorang sopir tadi.
Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten OKI, Ir Hapis MM saat hendak di konfirmasi di kantornya tidak pernah bisa di temui begitu juga dengan staf-stafnya tidak ada yang bisa di temui.
Menurut salah seorang masyarakat Desa Kayu Labu Kecamatan Pedamaran Timur, selama pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalan tersebut masyarakat tidak tau siapa pelaksana pekerjaan jalan Desa Kayu Labu menuju Desa Sumber Hidup.SP.1, CV/PT apa dan sumber dana dari mana tidak tau bahkan besaran dananya pun tidak tau, dengan kejadian ini diduga pihak pelaksana ingin keuntungan yang besar, namun kenyataannya pekerjaan tidak berkualitas. >>Ipan
