Di Pagaralam, Hari Pertama 40 Peserta Tak Ikut UN

Pagaralam, (MR)
Hari pertama pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA sederajat di Pagaralam bersamaan dilakukan monitoring Wako dan Walikota beserta unsur Muspida dan pejabat di lingkungan Pemkot Pagaralam mendapati sedikitnya 40 peserta yang tak hadir.

Pantauan media rakyat (13/4) monitoring dilakukan untuk melihat kelancaran pelaksanaan UN yang dilaksanakan secara serentak. monitoring dilakukan oleh Walikota PagaralamΒ  Hj Ida Fitriati Mkes beserta Kapolres Pagaralam AKBP Saut P Sinaga SIK, Wakil Ketua DPRD Kota Pagaralam M Fadli dengan menyambangi peserta ujian di SMA Negeri 4 berlokasi di Keban Agung, Kelurahan Ulu Rurah, Kecamatan Pagaralam Selatan.

Sementara Wakil Walikota Novirzah SE menyambangi peserta di SMA Negeri , di Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Pagaralam Utara.

β€œMeskipun UN saat ini, bukan menjadi penentu kelulusan. Namun, kita meminta kepada siswa untuk tetap serius menjawab soal UN, mengingat nilai UN tetap menjadi pertimbangan kelulusan siswa, untuk masuk ke Universitas Negeri,” ujar Wako

Dalam kunjungan ini pula Ida menyarakan, jika pelaksanaan UN secara umum di SMA Negeri 4 Kokta Pagaralam berjalan lancar dan aman, tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan UN, baik dalam pendistribusian soal ujian maupun peserta, semuanya masuk mengikuti jalannya UN tahun 2015.

β€œKita berharap UN di tahun ini, semua siswa peserta ujian bisa lulus 100%,” harapnya.

Sementara Kepala Dinas PendidikanΒ  (Disdik) Kota Pagaralam Supawi CekmanΒ  mengatakan, dari pemantauan hari pertama ujian nasional terdata sedikitnya 40 peserta dari 2.148 pelajar tersebar di tiga subrayon.

β€œ40 peserta yang tak hadir ini, berasal dari sub rayon SMK sebanyak lima peserta, 29 pelajar dari subrayon 1, ditambah 6 pelajar dari subrayon 2. Dar informasi Disdik terima dari sekolah subrayon mereka tak bisa mengikuti ujian di hari pertama ini tanpa keterangan sama sekali,” ulasnya.

Sebelumnya dikatakan, dengan demikian jika tanpa alasanΒ  sudah dipastikan mereka tak bisa melakukan ujian susulan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

β€œPadahal nama mereka sudah terdaftar dalam daftar peserta ujian yang kita ajukan ke provinsi untuk mengkuti ujian nasional ini,” ulasnya.

Sementara, Pemantau dan Pemindaian Lembar Jawan Unsri Darmawi Jaya mengatakan, untuk bobot nilai tingkat kelulusan UN di tahun 2015, sebagian besar ditentukan sekolah dan sisanya nilai UN, dengan demikian sekolah memilki peranan penting, dalam menentukan tingkat kelulusan siswa di UN. Selain dari hasil pelaksanaan UN tersebut.

β€œBobot nilai kelulusan UN 65% itu dari sekolah, sedangkan 35% lagi dari hasil siswa menjawab soal UN, sehingga hasil UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan, mengingat sekarang hasil UN ditujukan untuk pemetaan dan prestasi sekolah. Dengan demikian ting kat kecurangan di dalam pelaksanaan UN akan berku rang,” jelasnya. >>Ek

Related posts