Curahan Hati petugas Medis di kabupaten Musi Banyuasin

Sekayu, (MR) – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Pemerintah daerah Kabupaten, Provinsi maupun Pusat memberikan perhatian khusus dalam pencegahan dan penanganan wabah virus covid-19 dimulai dalam hal pengobatan hingga memutus mata rantai virus covid-19 disegala sektor. Dalam hal ini Dinas Kesehatan di Kabupaten Muba merupakan pihak utama yang bertanggung jawab dalam penanganan wabah virus covid-19 di Kabupaten Muba.

Bupati Kabupaten Musi Banyuasin, Bapak Dr. H. Dodi Reza Alex Noerdin, LIC ECON., MBA. sejak awal hingga saat ini sangat serius dalam penanganan wabah ini, baik melakukan strategi pencegahan untuk memutus mata rantai virus hingga strategi yang menarik dalam penanganan proses penyembuhan. Selain itu, Bapak Bupati telah menyatakan dibeberapa media baik cetak maupun online bahwa beliau telah menganggarkan dana sebesar 303 Milyar untuk penanganan wabah covid-19 di Kabupaten Musi Banyuasin”, dengan anggaran ini kabupaten Musi Banyuasin masuk kedalam kategori 5 Kabupaten dengan anggaran dana daerah terbesar untuk penanganan wabah virus covid-19 di Daerah dengan melakukan penyusuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Jokowi Dodo dan Ketua KPK telah berpesan melalui media baik cetak maupun online beliau berpesan “untuk tidak main-main dengan penyaluran dana anggaran covid-19 ini dan beliau tidak segan untuk memberikan tindakan tegas bahkan hukuman mati bagi pihak yang melanggar aturan penyaluran dana ini.” Tegasnya.

Fakta mengejutkan hadir dari Kabupaten Musi Banyuasin. Oknum Dinas Kesehatan melalui Kepala Puskesmas nyatanya tidak sedikitpun gentar (takut) akan peringatan langsung Bapak Presiden dan Ketua KPK tersebut. Buktinya, oknum tersebut melakukan pungutan liar (Pungli) kepada petugas kesehatan di Kabupaten Musi Banyuasin dengan meminta kembali beberapa persen uang yang telah disalurkan ke Rekening masing-masing petugas kesehatan dengan dalih adanya potongan dana tertentu.

Petugas medis yang tidak bersedia disebutkan namanya memberikan kesaksiannya kepada awak media “bahwa Juknis (petunjuk teknis) dari Pemerintah baik Daerah maupun Pusat itu sudah sesuai aturan yang mana dana untuk petugas medis sudah ditransfer ke rekening masing-masing petugas, tapi setelah itu ada oknum yang meminta kami mengembalikan uang hak kami itu ke atasan kami sebesar 20-25%, jadi kami dapat apa kalau seperti itu caranya.” Ungkapnya dengan tegas. “Sedangkan untuk mengurus dan membuat laporan mengenai penanganan wabah ini untuk dikirimkan ke Dinas Kesehatan itu yang awalnya tiga rangkap dan sekarang bertambah 1 rangkap menjadi 4 rangkap dengan dana total yang tidak sedikit yaitu kurang lebih Rp. 500.000,- dan itu adalah dana pribadi kami. Kami sudah bekerja dengan penuh lelah menangani wabah ini bahkan kami mempertaruhkan nyawa kami untuk memutus mata rantai penularan virus covid-19 di Kabupaten Musi Banyuasin. Kami sadar bahwa ini memang sudah tugas kami dibawah sumpah profesi dan harus kami jalankan dengan semestinya, tapi kemudian kami meminta tolong kepada oknum untuk jangan adanya perintah pengembalian beberapa persen uang yang sudah masuk ke rekening kami masing-masing dengan dalih potongan dana lainnya. Bukankah mereka juga telah mendapatkan upah masing-masing.” tambahnya dengan kesal.

Dilain tempat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin, Bapak dr. H. Azmi Darius Mansyah., MARS  saat dikonfirmasi atas nama dr.Ariossaplis  melalui seluler di No HP / whatsapp 08214281**** menyampaikan kepada awak media “bahwa kami dari Dinas Kesehatan tidak pernah memerintahkan untuk melakukan pungli, kalau ini memang benar terjadi kami akan melakukan tidak tegas. Kasianlah dengan teman teman petugas uang yg sudah di transper ke rekening  menurut nama dan alamat masing-masing Petugas,ada oknum yang meminta untuk dikembalikan  20 s/d 25 persen.” tuturnya. (ANS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.