Cigereji Family House Siap Berikan Bimbingan Moral dan Modal Usaha

CigerejiKab Sukabumi, (MR)
Orang Dengan HIV dan AIDS yang disingkat ODHA tidak hanya membutuhkan bimbingan fisik, psikis dan spiritual dalam menghadapi penyakitnya. Salah satu masalah ODHA yang cukup mempengaruhi kesehatannya adalah aspek ekonomi. Karena itu, Cigereti Family House, Rumah Perlindungan Sosial untuk ODHA yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial Republik Indonesia tidak hanya siap memberikan bimbingan moral dan fisik namun bantuan modal usaha pun akan diberikan kepada penerima manfaat (PM) atau ODHA yang mengikuti program Cigereti Family House.

Hal ini disampaikan Ade Usman pimpinan di Rumah Perlindungan Sosial, Cigereti Family House, beberapa hari lalu, saat Redaksi berkunjung ke kantornya. Menurut lulusan STKS Bandung ini, rumah perlindungan sosial  yang terletak di kampung Cikiwul, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak merupakan rumah atau panti sosial yang tidak hanya memberikan bimbingan moral atau rohani kepada PM. “Disini, para PM juga dilatih untuk dapat bersaing dalam dunia usaha agar aspek ekonominya terjaga dan terangkat. Karena selain fisik yang kuat dan rohani yang tegar, PM juga harus mandiri ekonominya.” ungkapnya.

Program kemandirian ekonomi itu dinamakan UEP ( Usaha Ekonomi Produktif ) dimana setiap PM diberikan bimbingan untuk menggali potensinya dalam bidang usaha. “Jadi setelah mereka keluar dari panti, PM dapat bersaing dan membuka usaha sendiri sesuai bidangnya. Dan kami akan memberikan bantuan modal dana stimulan sebesar Rp. 3 juta/orang. Bila berhasil, maka bantuan dana akan diberikan lagi dengan jumlahnya yang bertambah menjadi Rp. 5 juta,” tutur Ade.

Yang membanggakan Ade, program UEP ini sudah menghasilkan beberapa mantan PM yang berhasil mengelola usahanya. “Di Bali, ada mantan PM yang sudah punya usaha Laundry dalam skala besar. Di Bandung dan Jambi juga terdapat mantan PM yang usahanya sudah maju. Bahkan para mantan PM yang sudah berhasil itu suka datang kesini lagi untuk membagi kiat sukses usahanya. Para PM mesti memiliki bekal ilmu usaha untuk nantinya  bisa bersaing dengan masyarakat lain di luar sana,” kata Ade yang mengaku sangat bahagia bila PM di Cigereti Family House perkembangan fisiknya sehat dan kemampuan untuk mengelola usahanya bagus.

Cigereti Family House mulai beroperasi tahun 2009 yang dirintis dan dikembangkan oleh Panti Sosial Bina Laras “Phala Martha” Sukabumi yang merupakan unit pelaksana teknis Kementerian Sosial RI di bawah kordinasi Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial. Programnya mencakup pemeliharaan kebutuhan dasar, dukungan perawatan dan pemeliharaan kesehatan, pembinaan fisik, psikis, spiritual, sosial dan ketrampilan, resosialisasi serta konseling.

Setiap semesternya (6 bulan) panti sosial ini hanya menampung 15 orang . Fasilitasnya cukup memadai, mulai dari lapangan olah raga, asrama putra-putri, ruang peralatan, poliklinik, ruang bimbingan keterampilan hingga lahan untuk keterampilan perikanan, peternakan serta bercocok tanam. Untuk mendaftar sebagai PM cukup datang dengan membawa identitas diri beserta surat rujukan lsm/instansi, hasil resume medis, surat pengantar dinas sosial Kab/Kota. “Yang pasti para ODHA yang ingin menjadi PM disini harus secara suka rela tinggal disini selama enam bulan. Karena panti ini dijalankan secara kekeluargaan jadi kami menaruh kepercayaan pada semua PM untuk bersama-sama mengembangkan diri. Tidak ada biaya sepeserpun yang akan dipungut.

Malah kami akan ganti biaya transport bila calon PM berasal dari luar kota, termasuk tiket pesawat, maklum ini satu-satunya panti yang melayani ODHA se-Indonesia.”tandas Ade. >>Cep/Mul

Related posts