Tasikmalaya, (MR)
Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum meninjau pengerjaan proyek pembangunan jalan di Kampung Cisarua Desa Cisarua Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya Jalan tersebut merupakan jalan baru yang menghubungkan wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran.
Dikatakan Bupati, dalam menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas, pemenuhan kebutuhan jalan baru di Kabupaten Tasikmalaya menjadi skala pioritas dalam program Tasik Siap yang menjadi jargon pembangunan di periode kedua pemerintahannya. “Kami siap menyongsong perdagangan bebas dan globalisasi dengan membangun jalan-jalan baru di daerah perbatasan dengan Kabupaten lain, langkah ini diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah perbatasan yang terisolir, “kata Bupati. Dengan dibangunnya jalan di daerah terisolir, Bupati meyakini kesejahteraan masyarakat akan cepat terangkat, untuk mempercepat pembangunan perlu dilaksanakan koordinasi dan langkah-langkah yang dianggap perlu. “Kami sudah lakukan kesepakatan dengan daerah tetangga antara lain dengan Kabupaten Ciamis, Pangandaran, Majalengka, Kota Tasikmalaya dan Banjar.” Tutur Bupati
Selain membangun jalan-jalan baru, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga memrioritaskan pembangunan di wilayah Kabupaten yang menjadi pusat-pusat penyangga ibu kota. Dijelaskan Bupati, wilayah penyangga ibukota yang akan dikembangkan antara lain wilayah Karangnunggal, Cikatomas, Ciawi, Manonjaya, dan Singaparna. Menurut Bupati nantinya di wilayah tersebutakan dibangun rumah sakit, saran ahiburan masyarakat, mesjid besar, pusat perbelanjaan, dan sarana olahraga. “Jika sudah terealisasi, wilayah penyangga ibukota akan menjadi pusat aktifitas masyarakat setempat, mereka tidak akan jauh-jauh untuk memenuhi kebutuhannya ke kota lain, di daerahnya sendiri sudah cukup tersedia,” ujarBupati.
Bupati menambahkan, rencana ke depan, di Manonjaya akan dibangun jembatan alternative menuju Kabupaten ciami suntuk melengkapi jembatan Cirahong yang saat ini menjadi satu-satunya akses ke wilayah tersebut. Jembatan yang rencananya bernama jembatan Betmen atau Benteng Manonjaya nantinya akan menjadi jembatan terpanjang dan terindah yang ada di Jawa Barat dengan panorama bendungan Leuwikewris. “Dengan dibangunnya jembatan ini aka nada dua manfaat yang dirasakan yaitu manfaat akses transportasi dan manfaat untuk sector pariwisata,” jelas Bupati. >>Iin K
