SAMBUTAN hangat sejumlah masyarakat Bunguran Utara, tidaklah membuat lega rasa capek Bupati Natuna. Menempuh jalan berlobang, Ilyas ingin merasakan, betapa sulitnya warga, jika menempuh jalur darat yang baru di buka. Meski jarak tempuh lewat darat hanya 63 km dari pusat kota Ranai, namun harus memakan waktu 2 jam. Hal ini diakibatkan jalan tembus menuju ke Klarik masih banyak jalan berlobang. Kunjungan kerja kali ini, untuk melakukan penutupan STQ, sekaligus meresmikan sejumlah proyek PNPM Mandiri Pedesaan.
Camat Bunguran Utara, Sabki Muhammad, dalam sambutannya, mengatakan terimakasih banyak atas bantuan Pemkab Natuna, sehingga paket PNPM di kecamatan Bunguran Utara, berjalan lancer. Meski demikian Ia bersama masyarakat berharap dan meminta, agar Pemkab bersama DPRD Natuna, dapat menyelesaikan pembangunan jalan lingkar kecamatan, serta jalan tembus Klarik Batubi.
“Kami tidak menginginkan bangunan gedung, namun minta jalan tembus klarik Batubi, dapat segera direalisasikan, agar masyarakat dapat melaluinya dengan baik. Sebab dengan di bukannya jalur ini, Kecamatan bunguran utara tidak lagi terisolir ketika musim utara tiba. Selain itu, anggaran yang dikeluarkan masyarakat, jauh lebih murah ketimbang lewat laut.
Saat ini, ada paket pembukaan dan pengerasan jalan Klarik teluk Buton, yang sudah dikerjaakan 7 km. Mudah-mudahan akses jalan ini bisa dilalui, sebab, jika musim utara, warga teluk boton yang mau melakukan urusan ke kantor camat Bunguran utara, tepatnya di Kelarik, harus berkeliling, lewat Bunguran Timur,. Sabki Muhammad, tidak henti-hentinya meminta agar jalan tembus Klarik batubi, diselesaikan. Di setiap Sambutan Camat selalu meminta jalan klarik Batubi diselesaikan. Pada hal tampa disadari, ada kegalauan diwajah Bupati, saat acara berlangsung.
Menanggapi permintaan Camat bunguran Utara, yang mengatas namakan masyarakat, Bupati Natuna Ilyas Sabli, meminta agar tetap bersabar. Sesuai dengan visi misi sejahtera merata seimbang, Ia telah memplot dana untuk kecamatan klarik hampir 12 millyar. Untuk jalan klarik Batubi, dialokasikan 2,5 m. Jadi Pemkab Natuna tidak menganak tirikan daerah ini. Buktinya selama Kunjungan kerja, SKPD dan FKPD, lengkap Saya bawa.
“Kalau kita lihat di gedung ini, lebih banyak rombongan dari pada masyarakat yang hadir,” ucap Bupati sedikit kecewa. “Seharusnya masyarakat hadir jika ada kunjungan Bupati. Dengan demikian, Saya bisa langsung menampung aspirasi warga. Karena kunjungan ini, saya membawa lengkap SKPD. Bukan seperti saat ini,” ucap Ilyas, sedikit kesal.
Usai meresmikan PNPM, Bupati Natuna berpamitan pulang karena malam ini ada acara mauled Nabi di Mesjid Agung. Meski demikian, ada acara pemeriksaan kesehatan, dan pemberian kaca mata minus di puskesmas kelarik. Nanti ada dokter yang bertugas di sana, ujar Ilyas, saat memberikan sejumlah alat kesehatan, seperti kursi roda, alat pendengar dan tongkat, bagi kaum lansia dan cacat pisik. >> Roy

