Banjarmasin,(MR)
Bulog Divisi Regional Kalimantan Selatan (Kalsel) tetap menaikkan target penyerapan beras petani lokal dari 20.000 ton menjadi 30.000 ton tahun ini. Padahal daya serap Bulog sepanjang 2011 hanya 8.200 ton.
“ Bulog tetap menaikkan target penyerapan beras petani, walau target (2011) tidak tercapai,” kata Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Kalsel Syaifudin di Banjarmasin, Kamis.
Ia mengatakan sepanjang 2011 Bulog hanya mampu membeli beras hasil panen petani lokal sebanyak 8.200 ton dari target yang ditetapkan pemerintah 20.000 ton. Jumlah serapan tahun lalu itu masih jauh lebih baik jika dibandingkan 2010 yang hanya 5.595 ton.
Sepanjang 2012 Bulog menargetkan peningkatan penyerapan beras sebanyak 30.000 ton. Peningkatan target serapan ini dipengaruh perkiraan semakin besarnya kebutuhan pangan akibat peningkatan jumlah penduduk miskin, tingginya intensitas bencana, dan ancaman ketersediaan pangan di daerah.
Syaifudin mengakui banyak kendala dihadapi Bulog di lapangan yang mengakibatkan daya serap beras petani rendah. Di antaranya rendahnya harga pembelian pemerintah (HPP) yang jauh dibawah harga pasaran, sehingga petani enggan menjual beras ke Bulog.
HPP beras yang ditetapkan hanya sebesar Rp5.060 per kilogram (kg). Di Kalsel Bulog terpaksa menaikkan harga pembelian empat kali hingga Rp6.100 per kg. Angka itu pun masih jauh di bawah harga pasar yang terus meningkat mencapai rata-rata Rp6.500 per kg. >> Mulia
