Dalam rangka perbaikan program kegiatan di waktu mendatang, Pemerintah Kota melakukan evaluasi Program Pemberdayaan Kemandirian (P2KK) yang sudah bergulir sejak 2 tahun lalu di Kota Tasikmalaya, Melalui ekspos P2KK di Hotel Santika Jl. Yudanegara yang dibuka secara resmi Walikota Tasikmalaya serta dihadiri Muspida, DPRD Kota Tasikmalaya, para Kepala OPD, elemen masyarakat, serta jajaran pengurus LPM se Kota Tasikmalaya.
Sejak digulirkannya Prog-ram Pemberdayaan Kemandi-rian Kelurahan (P2KK) tahun 2009 lalu, masyarakat Kelurahan diberikan keleluasaan untuk membangun kelurahannya sen-diri dalam bidang pembanguna/ infrastruktur, pengembangan ekonomi, dan pengembangan masyarakat/sosial melalui lem-baga pemberdayaan masyarakat (LPM) dalam mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya pembangunan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pemeliharaan.
Keseriusan Pemerintah Kota dalam mensukseskan P2KK juga dituangkan mela-lui Peraturan Walikota nomor 51 tahun 2011 tentang pedoman pelaksanaan Program Pember-dayaan Kemandirian Kelurahan (P2KK) di KotaTasikmalaya.
Walikota Tasikmalaya Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si yang memberikan sambutan saat ekspos P2KK menyampaikan bahwa salah satu upaya pemerintah Kota Tasikmalaya dalam mensejahterakan masya-rakat melalui P2KK yang memiliki nilai lebih dari program berbasis Community Based Development yaitu penguatan kapasitas lembaga masyarakat serta menumbuh kembangkan Modal Sosial sebagai kekuatan masyarakat dalam mengopti-malkan pengelolaan sumber-daya “diharapkan dengan P2KK mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap program prioritas pembangunan” katanya.
Bahwa melalui P2KK keber-hasilan pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan dalam pengelo-laannya kedepan sesuai dengan standar akuntabilitas publik “kita patut berbangga karena P2KK merupakan salah satu program unggulan Kota Tasikmalaya yang dinilai telah berhasil dan mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat dalam upaya peningkatan akse-lerasi pencapaian pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat bidang infrastruktur, ekonomi maupun sosial,” pungkasnya.
Sementara Sebagai Penye-lenggara kegiatan, Dinas Sosial melalui Kepala Dinas Drs. H.Adam Wahid melaporkan bahwa maksud dan tujuan kegiatan untuk memperoleh gambaran tentang hasil-hasil pelaksanaan kegiatan P2K mulai tahun 2009 sampai dengan 2011 dengan peserta kegiatan ekspose yaitu unsur pimpinan DPRD Kota Tasikmalaya, unsur forum konsultasi pimpinan daerah, organisasi perangkat daerah di lingkungan Peme-rintah Kota Tasikmalaya, unsur BUMN/BUMD dan perban-kan, para ketua LPM se wilayah Kota Tasikmalaya.
Ekspose P2KK oleh Harjono selaku Ketua LPM Kelurahan Tawangsari sebagai perwakilan LPM Kota Tasikmalaya menje-laskan Efektifitas Pelaksanaan P2KK dalam Mendukung Tema Pembangunan Tahunan Kota Tasikmalaya mulai tahun 2009 sebagai tahun infrastruktur, P2KK yang dijadikan Cost Sharing PNPM Mandiri hanya boleh digunakan untuk kegiatan Lingkungan, artinya nilai BLM sebesar Rp. 6.900.000.000,- dari APBD Kota Tasikmalaya sepenuhnya digu-nakan untuk Pembangunan Infrastruktur.
Sementara Tahun 2010 sebagai Tahun Daya Beli mensyaratkan Bahwa Dana P2KK tahun 2010 untuk Kegia-tan Ekonomi yaitu Perguliran Pinjaman Minimal sebesar 20 % yang digunakan UKM dan lebih dari 700 KSMmenerima manfa-atnya (lebih dari 3500 org) tercatat Dana Perguliran di Kota Tasikmalaya mencapai lebih dari Rp. 4.000.000.000. Dan Pada Tahun 2011 sebagai Tahun Kesehatan menambah kegiatan yang berkaitan dengan Kader Posyandu/RW Siaga dengan bukti jumlah RW Siaga Bentukan Dinas Kesehatan sebanyak 54 RW, dan dengan adanya Bantuan P2KK menjadi 258 RW siaga.
Terakhir dijelaskan Harjono Tahun 2010-2011, Dinas Perhubungan yang menca-nangkan “Tasik Caang Baranang Tahun 2011” telah dijawab LPM dengan dana P2KK kerja sama dengan Dinas Perhubungan dan sebagian dikerjakan oleh masyarakat berupa Pemasangan PJU baik tiang maupun stang sebanyak lebih dari dua ratus titik serta bidang lainnya yaitu bidang Keagamaan serta Pelatihan Pelatihan Pertanian, Tata Boga, Teknik Informatika, Karang Taruna, Perbengkelan juga bidang koperasi yaitu 6 Koperasi LPM dan telah lebih dari 40 Kelurahan yang dilatih tentang Perkoperasian. >> Iin Kartiwan

