Buka Kanal Kra, Peluang Apa Bisa Diambil Natuna?

Natuna, (MR)
Rencana pembukaan kanal Kra, oleh Pemerintah Kerajaan Thailand di tahun 2017, mengingatkan Kita akan adanya, pembangunan mega proyek, di Tanah Genting, Thailand bagian selatan.

Pembukaan, Kanal Kra ini bertujuan mempersingkat waktu pelayaran kapal dagang dari Eropa ke kawasan Asia Timur. Pembukaan jalur ini sudah jelas, membawa keberuntungan bagi Indonesia, yang selama ini dinikmati sendiri oleh Negara Sigapur. Jika Kanal Kra di buka, akses baru pelayaran disamudera hindia dan laut China Selatan, tidak perlu lagi harus melintasi selat malaka terlebih dulu, seperti yang dilakukan selama ini.

Jika Kanal Kra ini benar-benar diresmikan sudah pasti berdampak positif bagi perkembangan maritim Indonesia, terutama daerah Sabang di Aceh karena dekat Samudera Hindia, dan Natuna di Kepulauan Riau, masuk zona Laut China Selatan. Pertayaannya, peluang apa yang bisa dimanfaatkan oleh Natuna ?

Kepala Seksi Potensi Keamanan Laut (Kasi Potkamla) Bakamla RI, Anton Hilman Fatoni mengatakan, Natuna bisa memanfaatkan peluang emas ini, dengan cara membangun pelabuhan Internasional, bisa disinggahi oleh kapal-kapal dagang dari bangsa Eropa dan Asia Tenggara.

“Nanti kapal dagang bisa mengisi bahan bakar dan Bekul (Bekal Ulang) di pelabuhan tersebut,” kata Anton, saat membuka acara, Kantor Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Natuna, di Senubing, Rabu (19/04).

Rencana ini, sudah menjadi perhatian Pemerintah Pusat, dan sudah tertuang dalam program Nawacita Presiden Jokowi-JK. Menjadikan Indonesia sebagai poros maritim, salah satunya akan dikembangkan perairan di Natuna.

“Ini merupakan peluang emas, untuk meningkatkan ekonomi daerah,” kata Anton
Tempat terpisah, Kabid Perhubungan Laut Dishubkominfo Natuna, Sapta Nugraha, mengaku Pemerintah sudah memikirkan peluang tersebut.Oleh karena itu berbagai program telah disiapkan, termasuk pembangunan pelabuhan peti kemas, bersekala internasional.

“Nanti kalau terusan Kra jadi dibuka, kita bisa jualan BBM, Air Tawar dan perbekalan lainnya kepada kapal-kapal yang melintas. ujar Sapta dikantornya.Tentu pasilitas harus tersedia agar mereka mau singgah.

Dengan demikian, secara otomatis, akan memberikan dampak, luar biasa bagi perekonomian daerah, karena bakal menambah pundi-pundi keuangan PAD Natuna.

“Ini peluang yang sangat bagus sekali, dan kita sudah memikirkan itu,” terusan menyerupai Panama dan Suez itu, jika dibuka, akan membuat negara Singapura kehilangan Kedigdayaannya.

Pasalnya Negara berjuluk kota Singa setelah melepaskan diri dari Malaysia selama ini memanfaatkan jalur selat malaka, untuk menarik kapal dagang eropa singgah di pelabuhan termodern dan terbesar di Asia Tenggara. Setiap kapal dagang melintasi diselat tersebut, selalu singgah. Mereka menjadikan Singapura gerbang keluar masuk, kapal dagang dari Eropa ke Asia Timur dan sebaliknya.

Bagaimana dengan Kabupaten Natuna? Apakah daerah ini telah benar benar sudah siap untuk meraih peluang itu?. Sayangnya, rencana pembangunan pelabuhan Samudra di daerah teluk Buton dikabarkan bakal ditunda. Hal tersebut di katakan Kepala Dishub Natuna Iskandar Dj, saat ditemui wartawan beberapa waktu lalu.

Iskandar menegaskan, pelabuhan tersebut bakal dipindahkan ke Selat Lampa. Ini permintaan dari Pusat. Karena saat di kaji oleh tim ahli, Perairan teluk Buton terkena dampak musim Utara, sehingga tidak akan maksimal. Peryataan Kadis ini memang masuk akal, akan tetapi. Pemerintah telah mengeluarkan anggaran untuk membuat DED, pembangunan pelabuhan itu. Bahkan penggantian lahan masyarakat juga sudah dilakukan. Ini yang jadi perhatian buat Kita semua

Apakah benar, pengalihan sementara pembangunan pelabuhan Samudra karena musim Utara?, Atau ada hal lain dibalik itu?. Pasalnya pelabuhan Samudra bakal disandari kapal berbobot ribuan ton.
Pertanyaannya, apa mungkin ombak 2 meter bakal mengganggu kapal besar ber bobot ribuan ton untuk bersandar?.

Jika ingin seperti Singapura, mari Kita bergandeng tangan, berpikiran positif, untuk memanfaatkan peluang ini dengan baik. Seperti yang dilakukan Singapura terhadap jalur pelayaran di selat tersibuk ke 2 didunia itu.jangan tunda lagi. >>Roy

Related posts