Kotamobagu, (MR)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kotamobagu dan Palang Merah Indonesia Kotamobagu, bekerja sama menggelar sosialisasi pengurangan resiko bencana bagi aparatur, unsur pendidikan dan masyarakat.
Kepala BPBD Kota Kotamobagu, Gulimat Mokoginta, Kamis (16/03), mengatakan, kegiatan tersebut baru pertama kalinya dilakukan, sebagai inovasi pihaknya untuk melibatkan para siswa di sekolah terhadap pengurangan resiko bencana yang suatu saat terjadi di Kotamobagu.
Tidak hanya di Kota Kotamobagu, namun Provinsi Sulawesi Utara pun merupakan daerah rawan bencana alam, baik tanah longsor, banjir, gempa bumi maupun angin kencang, sehingga antisipasi sedini mungkin harus bisa dilakukan intensif.
Pihaknya tahu persis, jika informasi yang disebarkan melalui siswa di sekolah-sekolah lebih efektif sebab mereka lebih mudah menerima transfer dan ikut menyebarluaskannya dengan cepat baik ke sesama teman, keluarga maupun masyarakat.
Sehingga BPBD akan lebih intensif mensosialisasikan pengurangan resiko bencana alam dan penanggulangannya kepada para siswa. Ia pun berharap “Sosialisasi ini bisa terus berlanjut ke sekolah dasar karena siswa yang masih duduk di SD masih kurang paham akan keselamatan dalam bencana”. semoga pemerintah daerah mendorong seluruh sekolah untuk membuat jalur evakuasi saat bencana, mengingat bencana alam merupakan peristiwa yang tidak terduga namun jika kita siap menghadapinya maka dapat mengurangi resiko-resiko yang akan terjadi.
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala BPBD Kotamobagu, Gulimat Mokoginta tersebut, digelar di SMK Muhammadiyah Kotamobagu melibatkan para siswa, utusan pemerintah kecamatan, instansi pemerintah dan swasta. >>Michael
