Biaya Fotokopi Naskah UN Bali Tagih Kemendikbud

Denpasar,(MR)

DINAS Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, bakal menagih Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (pusat) mengenai biaya fotokopi naskah Ujian Nasional (UN) yang menembus puluhan juta rupiah. Selama ini sejumlah sekolah harus menanggung sendiri biaya penggandaan naskah tersebut.

Selain sekolah, biaya untuk menggandakan naskah ini juga ditalangi oleh Tim Kerja Pengawas (TKP) yang dimotori oleh Universitas Udayana (Unud). Atas kondisi ini, sejumlah sekolah diminta untuk mengumpulkan beban biaya pengeluaran untuk fotokopi naskah dan diserahkan ke Disdikpora Bali. “Kami berharap semua data pengeluaran biaya masing-masing sekolah sudah diserahkan ke kami paling lambat akhir Mei ini,” kata Kepala Disdikpora Provinsi Bali AA Ngurah Gde Sujaya,.

Dia berharap nantinya uang yang sudah dikeluarkan oleh masing-masing sekolah untuk menalangi biaya fotokopi bisa diganti oleh pusat. “Harapan kami biaya ini bisa diganti karena banyak sekolah yang mengeluarkan jutaan rupiah,” imbuhnya.

Biaya yang dirogoh oleh masing-masing sekolah ini akan membebani keuangan sekolah jika tidak segera diganti oleh pusat. Terlebih, hal ini lantaran kesalahan pusat yang kurang dalam mengirim naskah baik soal maupun lembar jawaban untuk UN. Selain tingkat SMA/SMK, beberapa sekolah tingkat SMP juga banyak yang masih kekurangan naskah UN sehingga harus menggandakan sendiri.

Namun demikian jumlahnya tidak terlalu besar jika dibanding dengan tingkat SMA/SMK. Untuk berapa pasti nilai kerugian seluruh sekolah di Bali karena menggandakan naskah sendiri, pihaknya saat ini masih mendata. Sebelumnya, TKP Unud sendiri menyebut angka uang yang harus dikeluarkan untuk fotokopi mencapai Rp 50 juta, namun untuk, saat ini semua sekolah masih didata. “Setelah nilai kerugian ini sudah diketahui, kami akan menyerahkannya kepada Kemendikbud melalui Balitbang Kemendikbud,” terangnya.

Untuk memaksimalkan agar data tersebut segera terkumpul, pihaknya sudah menginstruksikan masing-masing Disdikpora kabupaten dan kota di Bali untuk segera mengumpulkannya.

Sementara itu, data yang dirangkum dari TKP UN Bali, total ada 237.263 lembar jawaban UN, dari jumlah tersebut sebanyak 44.844 lembar jawaban adalah lembaran foto copi. Itu berarti ada 44.844 soal yang juga harus difotokopi oleh sekolah yang bersangkutan karena dikirim dalam bentuk paket. Banyaknya lembar jawaban fotokopi ini terkait dengan amburadulnya pengiriman naskah ujian dari pusat ke sejumlah daerah yang mengalami keterlambatan. Bahkan banyak naskah yang tidak lengkap sehingga banyak sekolah yang harus memakai naskah dengan difotokopi. >>Nyoman AP

Related posts