Banjarmasin,(MR)
Ironis, Kota Banjarmasin sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan belum memiliki sebuah alun-alun atau ruang terbuka hijauyang luas. Padahal lokasi semacam itu sangat membantu warga untuk mencari lokasi bersantai dengan suasana segar. “Saya berharap Pemko membangun alun-alun kota, dan lokasi yang tepat adalah lapangan Kamboja,” kata Sekretaris Komunitas Masyarakat Peduli Pohon, Muhamad Ariffin, di Banjarmasin, Rabu.
Ia menyebutkan keberadaan sebuah alun-alun sangat bermanfaat untuk “paru-paru” kota serta akan memberikan nuansa keindahan. Selain itu alun-lun membantu warga kota untuk mencari hiburan alternatif, tanpa harus mendatangi pusat perbelanjaan, pusat hiburan, atau mall, serta mendidik warga agar tidak hidup konsumtif, sebab kebiasaan ke mall justru akan membentuk warga yang konsumtif.
Oleh karena itu, komunitas masyarakat peduli pohon menolak tegas bila ada kebijakan Pemkot Banjarmasin menjadikan kawasan lapangan kamboja sebagai pusat bisnis. “Saya baca di sebuah harian Banjarmasin, Pemkot Banjarmasin menjadikan lapangan Kamboja seluas 40 persen pusat bisnis dan 60 persen ruang terbuka hijau, kalau kami tak sependapat itu kami menghendaki justru 100 persen ruang terbuka hijau,” kata Ahmad Ariffin.
Sebab, kata Ahmad Arifin yang dikenal pula sebagai pemandu wisatawan tersebut, kebaradaan ruang terbuka hijau di kota ini sangat minim justru terlihat suasana kota yang kumuh, sesak, macet, dan sumpek.
Padahal untuk menciptakan kawasan yang enak bagi warganya diperlukan lebih banyak ruang terbuka hijau.
Mengenai komunitasnya sendiri, ia menyebutkan sebuah usaha untuk melawan pemanasan global yang dampaknya sudah dirasakan masyarakat, karena itu harus ada penanaman pohon secara besar-bedaran. “Kita menghendaki setiap rumah penduduk minimal ada sebatang pohon, dan setiap ada lahan kosong harus ditanami pohon, dengan demikian kawasan ini akan menjadi hijau,” tuturnya.
Keberadaan pohon selain menyediakan oksigen sekaligus sebagai sarana menyerap polutan atau racun yang berterbangan di udara. “Bila kita menanam sebatang pohon saja maka kita sudah menyumbang oksigen yang sangat berguna bagi kehidupan ke depan,” demikian Ahmad Ariffin. >> Mulia
