Anggaran Dikmenti Jabar Berpotensi Kuat Jadi “Bancakan” Tipikor Polda Jabar Diharap Turun Tangan

Bandung,(MR)

PADA tahun 2012, Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat khususnya Dikmenti Jabar mengelola anggaran APBN mencapai Ratusan miliyar Rupiah, Besarnya Pos anggaran tersebut diantaranya untuk penyediaaan dan peningkatan layanan pendidikan SMA yang ada di Jawa Barat, penyediaan dan Peningkatan layanan Pendidikan SMK, Beasiswa Program keahlian khusus SMK, Peningkatan akses dan mutu PK dan PLK SMLB yang sekarang ini berpotensi terancam jadi bancakan.

Rawannya anggaran yang ada di Dikmenti Jabar tersebut di akibat beberapa hal diantaranya, mulai dari peristiwa Kasus penahanan Kabid Dikmenti Jabar yang sekarang ini dalam proses kaitan hukum di Polda Jabar, kemudian kurang transparannya soal kegiatan baik yang berupa sosialisasi maupun semacam pelatihan serta dalam hal penyaluran bantuan dana maupun fisik, serta menurut sumber yang layak dipercaya, bahwa masih ada beberapa Oknum petinggi di Dikmenti jabar yang jiwanya masih bermental korup sehingga dalam menjalankan tugas negara tidak amanah.

Sementara peluang masuknya penyidik dalam persoalan yang ada di lingkungan Dikmenti jabar sangatlah besar, yakni dengan memulai awal mekanisme pemeriksaan dari pos kegiatan peserta didik yang menerima BOP paket C serta dari pos anggaran kegiatan bantuan Operasional manajemen mutu ( BOMM ), yang ada di Pos anggaran di Kasie SMA maupun di Kasie SMK serta Keuangan APBN dan Kabid Dikmenti Jabar sebelumnya, yang selama ini jadi biang kerok rawan akan bantuan penyimpangan tersebut.

Namun sampai berita ini di turunkan, tidak ada klarifikasi dari pihak Dikmenti baik dari pihak Keuangan APBN, kasie SMA maupun dari kasie SMK, serta Kabid Dikmenti jabar sebelumnya, soal surat konfirmasi dari Media Rakyat, sehingga menambah dugaan kuat kami kepada petinggi-petinggi yang ada di lingkungan Dikmenti ini kurang transparan, namun kami berharap kepada pihak Dinas terkait agar secepatnya turun tangan, bahkan kami dari media ini siap untuk bekerja sama dengan pihak penyidik baik itu dalam soal dugaan informasi penyimpangan yang ada, termasuk dalam soal data anggaran yang ada pada wartawan media kami, sehingga dalam hal pencegahan yang akan terjadi dapat cepat di tanggulangi dengan baik, dan bahkan dugaan peluang penyidik untuk masuk kenama-nama petinggi yang ada di lingkungan Dikmenti jabar. “pemberitaan berikutnya”. >> Fahmi

 70 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Related posts