ANANTA JADI IRUP UPACARA GELAR PASUKAN MANTAP BRATA 2018

ANANTA JADI IRUP UPACARA GELAR PASUKAN MANTAP BRATA 2018

BINTUNI, (MR) – Dalam rangka menyambut Pemilihan umum (Pemilu) Legislatif dan Presiden Tahun 2019 agar tercipta dengan aman, lancar dan damai.
Bertempat di halaman upacara Markas Polres Teluk Bintuni, di laksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka ” Mantap Brata 2018 “, Rabu (19/9/2018).

Pantauan awak Media Rakyat , Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada saat apel adalah Kapolres Teluk Bintuni AKBP. Andriano Ananta,SIK yang di ikuti oleh satuan-satuan yang ada di Kepolisian Polres Teluk Bintuni, Sat Brimob, Den POM Bintuni, Koramil 1703-05 Bintuni, Kompi E, Pos AL Bintuni, BASARNAS Bintuni, Dinas Perhubungan, dan Sat Pol PP.

Saat pelaksanaan Gelar Pasukan Irup AKBP.Andriano Ananta,SIK membacakan sambutan nasional dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian.

Dalam penyelenggaraan setiap tahapan pemilu,  kedepankan langkah proaktif dengan mengoptimalkan deteksi dini guna mengetahui dinamika yang berkembang, Kapolri mengingatkan agar TNI dan Polri tetap menjaga netralitas.

Secara khusus untuk Kepolisian di era demokrasi agar bertumpu pada upaya untuk meraih kepercayaan publik selaku pemegang kekuasaan tertinggi negara
hal tersebut di wujudkan antara lain dengan penegakan supremasi hukum, penghormatan terhadap nilai-nilai hak asasi manusia dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dalam kacamata kamtibmas, peningkatan intensitas kegiatan politik ini tentunya dapat memunculkan potensi kerawanan di bidang keamanan diantaranya yang cukup menjadi perhatian bagi Polri adalah pemanfaatan politik identitas, penyebaran isu-isu yang dapat memecah belah persatuan bangsa, serta penyebaran ” hoax dan hate speech “, yang berpotensi menimbulkan konflik sosial di tengah tengah kehidupan bermasyarakat, untuk itu Polri dibantu dengan unsur TNI, dan Stekholders terkait lainnya akan menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi Mantap Brata 2018.

Operasi akan di laksanakan selama 397 hari, terhitung mulai tanggal 20 September 2018 sampai dengan 21 Oktober 2019 di seluruh wilayah Indonesia.

Andriano melanjutkan amanat penekanan ini untuk dijadikan pedoman untuk memperkuat solidaritas dan sinergitas TNI dan Polri guna mewujudkan pemilu yang aman lancar dan damai.

Diulanginya, tetap jaga netralitas TNI dan Polri serta hindari tindakan yang dapat mencederai netralitas dalam penyelenggaraan setiap tahapan pemilu.

Kedepankan langkah proaktif dengan mengoptimalkan deteksi dini guna mengetahui dinamika yang berkembang untuk selanjutnya dilaksanakan upaya penegakan dan penanganan secara dini,  dorong seluruh elemen KPU, Bawaslu, Calon Legislatif, Partai politik dan massa pendukungnya, Pemerintah Daerah, Media Massa, tokoh masyarakat, serta pengawas Pemilu untuk menggelorakan deklarasi pemilu damai di masing- masing wilayah dengan mengikutsertakan elemen- elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu, serta lakukan penegakan hukum secara profesional dan proporsional baik terhadap dugaan tindak pidana pemilu yang di selenggarakan melalui sentra Gakkumdu, maupun potensi pelanggaran hukum lainya, guna menjamin stabilitas kamtibmas yang kondusif.

Saat pelaksanaan upacara apel gelar pasukan turut hadir wakil Bupati Teluk Bintuni Matret Kokop SH, Ketua DPRD Teluk Bintuni Simon Dowansiba, Wakil Ketua Dan Topan Sarungallo, Ketua KPUD Heri Arius E Salamahu, perwakilan Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni, TNI dan stekholder terkait.Pelaksanaan upacara apel gelar pasukan berjalan dengan khidmad dan baik. (Satya Lencana)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.