SEDIKITNYA 300 rumah warga di tiga kelurahan Tanjung Agung dan Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, terendam banjir kurang lebih setinggi satu meter akibat meluapnya Sungai Air Bengkulu, pada Senin (5/11).
Luapan sungai tersebut akibat hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (4/11), mulai merendam rumah warga yang cukup dekat dengan sungai mulai terjadi pada Senin siang saat sebagian warga setempat sedang beraktivitas.
Warga di dua kelurahan itu pun segera menyelamat-kan barang berharga dan ternak mereka, termasuk mengeluarkan televisi, tempat tidur, dan kulkas untuk diamankan ke lokasi yang lebih tinggi. selain itu, banjir juga merendam ratusan hektare sawah milik masyarakat yang mulai masuk musim tanam sehingga petani mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Dari pantauan Media, Senin (5/11) di dua kelurahan yakni Tanjung Agung dan Tanjung Jaya, air mulai merendam rumah warga secara bertahap sehingga beberapa warga mulai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Wan Bas, 49, salahseorang warga Tanjung Agung mengatakan, banjir merendam pemukiman warga akibat meluapnya sungai yang sangat dekat dengan pemukiman warga dan tidak berfungsinya pintu air yang berada di jembatan kelurahan tersebut. “Pintu air tidak berfungsi sehingga tidak dapat membendungi masuknya air sungai akibat hujan deras sejak Minggu siang. Hingga saat ini air terus naik dan sudah mencapai satu meter,” katanya.
Selain merendam ratusan rumah, banjir juga telah merendami ratusan hektare sawah yang sudah di tanam dengan padi telah hanyut dibawa dan diterjang air yang cukup deras.
Abdullah,52, salah satu warga Kelurahan Tanjung Jaya mengatakan, kondisi air hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda akan menyusut dan akan terus naik akibat pasang di laut naik di muara sungai Bangkahulu serta sebagian besar warga mengungsi ke rumah keluarga yang aman dari banjir. >> Aman S

