Bupati Kerinci Rayakan HUT RI Bersama Veteran dan Masyarakat

Kerinci,(MR)
MESKIPUN dalam suasana bulan Ramadan dan tengah melaksanakan ibadah puasa, rupanya tidak menyurutkan semangat Bupati beserta masyarakat Kabupaten Kerinci, untuk merayakan hari kemerdekaan RI dengan cukup meriah.
Peringatan 17 Agustus kali ini, memang tidak dilakukan acara pawai, perlombaan baris berbaris antar sekolah apa lagi lomba makan kerupuk, karena pelaksanaan nya dalam situasi bulan puasa dan mendekati hari raya Idil fitri 1433 H/2012 sehingga tidak dimungkinkan untuk melaksanakan berbagai acara yang bersipat hiburan seperti yang biasa dilakukan selama ini, namun nilai dan semangat yang terkandung dalam pelaksanaan upacara bendera memperingati hari lahirnya kemerdekaan RI tetap membara dihati Bupati dan Masyarakat kerinci untuk dengan hikmat mengikutinya.
Salah seorang anggota Veteran RI yang ditemui usai upacara bendera mengatakan, meskipun saya sudah tua dan juga saat ini saya juga sedang melaksanakan ibadah puasa, namun ketika merayakan hari kemerdekaan kita, saya merasa muda dan gagah kembali, seperti masa perjuangan dahulu, betapa pedih nya penderitaan kami, sebagai Bangsa terjajah kala itu, kini kita sudah merdeka dari penjajah dan kami yang tua berharap kalian yang muda untuk dapat mengisi kemerdekaan ini, untuk dapat merdeka dari kemiskinan dam merdeka dari koruptor yang selalu menggerogoti negeri ini sehingga masyarakat jadi sulit dan miskin, sambil menyeka air mata beliau yang berlinang dari mata tuanya yang masih terlihat tajam dan garang.
Ketika ditanya mengapa bapak menangis, dengan tesedu menjawab, memang kita sudah merdeka dari penjajah, apakah rakyat kita sudah merasakan kehidupan sebagai Bangsa yang merdeka, dengan kehidupan yang lebih sejahtera, seperti yang kami bayangkan saat berjuang dahulu, mempertaruhkan nyawa kami, banyak teman bapak yang tersungkur bersimbah darah untuk memerdekakan Negeri ini dari penjajah, apakah janda dan anak mereka bisa merasa kehidupan yang lebih sejahtera sebagai mana yang mereka bayangkan, bapak ragu, takut dan sedih jikalau kemerdekaan ini hanya dinikmati oleh segelintir orang kata beliau sembari menghapus mata tuanya yang terlihat memerah.
Sungguh diluar dugaan, komentar yang terlontar dari seorang Veteran yang notabene sudah merasakan pahit getirnya dalam perjuangannya mengusir penjajah dahulu untuk mendapat kata “MERDEKA” dengan harapan kelak, anak cucunya bisa hidup lebih baik dan lebih sejahtera darinya, kini kata “MERDEKA” sudah diraih, namun kata keadilan dan kesejahteraan hanya dinikmati segelintir orang. semoga bagi pemimpin yang memegang tampuk kekuasaan saat ini, dapat menilik kebelakang dan memperhatikan segenap rakyatnya bukan hanya pejabatnya saja, karena ternyata yang berjuang bukan para pejabat saja, melainkan segenap Bangsa Indonesia tapi menga-pa seolah pejabat saja yang menikmati hasil perjuangan ini, dengan segenap fasilitas yang diberikan, bersama anggota DPR yang terhormat dan sederet pengusaha dan kontraktor curang, dengan bergelimang harta seakan sudah membeli Negeri ini yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata.
Dengan perayaan hari Kemerdekaan ini semoga bisa jadi momentum bagi kita semua untuk lebih baik lagi, jangan ada dusta diantara kita seperti lirik lagu yang sering terdengar menghiasi ruang kerja kantor bapak, dan mari kita bahu membahu dengan setulus hati bekerja bersama pemimpin, pejabat, dan segenap masyarakat kerinci khususnya, untuk lebih meningkat kan keadilan dan kejahteraan segenap masyarakat Kabupaten kerinci dan Bangsa Indonesia yang sangat kita cintai ini pada umumnya, bukan hanya segelintir orang belaka. >>Yuldi

Related posts