
Kota Tangerang, MR | Etika pejabat publik menjadi aspek yang sangat penting untuk menyelenggarakan pelayanan publik yang optimal kepada masyarakat. Penerapan etika publik memiliki dampak yang besar bagi kualitas pelayanan publik. Hal ini tidak dirasakan oleh salah satu masyarakat Kota Tangerang, Umar Atmaja Ketua LSM GP2B, sudah beberapa kali pihaknya mengirimkan pesan Whatssap kepada Kepala Dinas PUPR Kota Tanegrang yang notabene sebagai pejabat penyelenggara pelayanan publik. Tetapi pesan tersebut tidak dibalas.
“Saya sebagai masyarakat merasa kecewa atas tidak responsifnya Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono Dr.Eng ST MEng. Beberapa kali saya mengiriman pesan whatssap, tapi tidak pernah dibalas, ya minimal menjawab salam dari saya. Apalagi sebagai muslim wajib kukumnya menjawab salam”. Tutur Umar
Umar mengatakan bahwa sebagai pejabat publik seharusnya responsif atas setiap pesan yang disampaikan oleh masyarakat, padahal maksud saya mengrimkan pesan kepada beliau adalah untuk menyampaikan masukan juga aspirasi terkait pembangunan Kota Tangerang, apa karena saya ini ketua LSM sehingga beliau merasa tidak nyaman untuk membalas pesan dari saya. Jangan alergi sama LSM, besar kecilnya kita berkontribusi atas pembangunan di Kota Tangerang.
Lebih lanjut Umar menjelaskan seharunya sebagai pejabat publik, bapak Ruta Ireng Wicaksono Dr.Eng ST Meng dapat lebih responsif atas pesan dari masyarakat menjungjung tinggi asas kepentingan umum. Atas sikap tersebut saya sebagai masyarakat merasa tidak puas atas pelayanan yang dilakukan olek pejabat penyelenggara pelayanan publi yaitu Kepala Dinas PUPR Kota Tanegrang.
“Saya menghimbau kepada seluruh pejabat publik di Kota Tangerang untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada mayarakat, menerima setiap informasi dan masukan yang disampaikan langsung maupun tidak langsung. Sikap proaktif dan responsip pejabat publik kepada masyarakat sangat dibutuhkan untuk membangun daerah, bersama masyarakat mari kita ciftakan sinergitas dalam melaksanakan dan mengawal pembangunan, jangan merasa terganggu dan risih, apalagi alergi sama LSM. Kita ciftakan harmonisasi pembangunan antara pemerintah dan masyarakat”, Tutup Umar. (Handri M)
