
Ternate, (MR) – Geliat ekonomi masyarakat Ternate mulai terasa seiring dengan menurunnya kasus positif covid 19 . Bagi pelaku ekonomi ini memberi sinyal positif bagi kelancaran aktifitas ekonomi setelah sempat mengalami defisit terhitung 2019 hingga 2020 akhir .
Owner CV. Virma Agung sebagai agen terbesar khusus sembilan bahan pokok meyakini pihaknya sempat mengalami penurunan drastis untuk Sembako terhitung 2019 sampai 2020 .
” 1 tahun dari 2019 – 2020 akhir kita mengalami stagnasi , ini menyebabkan sedikit kelangkaan barang di pasaran akibat hantaman covid 19 ” pungkasnya .
Saat ini pula pihaknya memiliki ketersediaan barang dalam dalam jumlah besar dengan alasan untuk menjaga kelangkaan barang di pasaran . Menurutnya dengan stok yang banyak atau dalam jumlah besar itu tidak akan mempengaruhi sisi kualitas barang .
“Stok kita dalam jumlah besar karena permintaan dan suplay barang juga dalam jumlah besar yang sesungguhnya itu langsung dari pabrik jadi bukan lagi dari pihak pertama , kedua atau ketiga . Dari sisi kualitas tetap terjamin artinya stok dengan jumlah besar itu limit waktunya paling tinggi dua minggu barang tersebut sudah habis . Jadi untuk mengantisipasi kehabisan stok dalam waktu satu minggu kita harus mengajukan permintaan untuk di suplay dari pabrik ke gudang kita ” tutur Bos Virma Agung .
Owner Virma Agung juga berkomitmen untuk tetap menjaga ketersediaan stok , ini sebagai wujud ikut serta membantu masyarakat .
” Kita komitmen untuk menjaga kualitas barang selain itu tetap menjaga agar tidak terjadi kelangkaan barang di pasaran yang berdampak merugikan masyarakat . Selain pemerintah melalui dinas terkait seminggu sekali selalu melakukan survey dan monitoring untuk mengetahui ketersedian barang di kita ” ungkapnya .
Terpisah Hendro yang juga pimpinan CV Hidup Baru Sejahterah yang juga agen suplier Sembako menyebutkan pihaknya lebih cendrung tidak memiliki stok barang dengan jumlah besar yang pada akhirnya memicu penimbunan . Menurut Henro stok barang dengan jumlah besar pada akhirnya dalam waktu yang relatif singkat barang tetsebut habis , lagian menurutnya ini semata mata untuk menjaga kualitas .
” Kita inginkan barang tersebut kualitasnya terjamin dan tetap fress sampai ke konsumen ” aku Hendro pada awak mediarakyatnews.com. KOKO ATENG MRC
