INDONESIAN Audit Watch (IAW) meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan untuk lebih fokus membenahi sistem manajemen sejumlah BUMN agar kinerjanya juga berjalan dengan baik.
“Dahlan Iskan tidak perlu turun langsung ke jalan. Tataran seorang menteri adalah berada dan melakukan penataan terhadap manajemen PT Jasa Marga Tbk, bukan mempertontonkan sikap rendah hati mengerjakan tugas seorang pelaksana lapangan,” kata Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus, di Jakarta, Minggu (15/4).
Ia mencontohkan, aksi Dahlan yang ‘mengamuk’ ketika melihat terjadinya antrean di depan pintu tol Slipi pada beberapa waktu lalu, seharusnya tidak perlu dilakukan. Bahkan, lanjut dia, Dahlan juga pernah mempermalukan dirinya sendiri ketika melakukan hal yang sama dan menggratiskan ratusan kendaraan untuk melewati jalan tol layang Tanjung Priok yang dioperasikan PT Citra Nusa Margaphala Persada Tbk ketika pintu tol Ancol Barat terjadi antrean puluhan kendaraan.
Padahal, jalan tol tersebut tidak dikelola oleh Jasa Marga. Belakangan, Dahlan meminta maaf atas peristiwa itu. “Menggeruduk pintu tol milik orang lain adalah sesuatu perbuatan pidana. Minimal perbuatan tidak bermoral. Itu mempertontonkan kesewenang-wenangan,” kata Iskandar.
>> Sahrial Nova

