mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Kasi Pidsus Kejari Cianjur Bantah Gratifikasi PPIP 15 Juta

Published on Apr 20 2012 // Berita Utama

Cianjur,(MR)

BUNTUT pemeriksaan 10 desa di kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, diantaranya  Desa, Sukasari, Desa Sukaraja Desa Gandasari Desa Sukakerta, Desa Neglasari, Desa wargaasih dan Desa Sindangsari. Terkait pemeriksaan kasus Program Pengembangan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) Anggaran Tahun 2011 dari APBN pusat  di Periksa oleh Kejaksaan Negeri Cianjur, beberapa waktu yang lalu. Pihak Kejari Cianjur yang dalam hal ini Kasi Pidana Khusus (Pidsus) dituding Kuasa Hukum Desa Bahwa Pidsus menerima sejumlah uang kurang lebih Rp.15 juta dari para kades, hingga kasus tersebut dipeti es kan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dana PPIP yang diterima 10 desa di Kecamatan Kadupandak sebesar Rp.250 juta tiap desa akhir tahun 2011 lalu, diperiksa oleh Kejari Cianjur beberapa waktu lalu. Halnya, ke-10 desa yang menerima kucuran dana pemerintah dalam pelaksanaannya di Duga terjadi banyak penyimpangan.

Salah satunya seperti Desa Gandasari dan Desa Sukasari, dalam pelaksanaannya pekerjaan diborongkan kepada pemborong, sebesar Rp.180 juta. Hal tersebut dibenarkan Marta, pengusaha yang memborong pekerjaan fisik PPIP dua desa tersebut.

Hingga sa’at ini, dari kesepuluh desa yang diperiksa, tidak satu pun yang dilanjutkan kejenjang proses hukum berikutnya. Berdasarkan hal tersebut, wartawan mengkomfirmasikan hasil pemeriksaan kesepuluh kades kepada Kuasa Hukum kesepuluh kades, Iwan Permana, SH.

Menurut Iwan, tidak berlanjutnya proses hukum dikarenakan Kasi Pidsus Kejari Cianjur, Suherman SH, telah menerima uang kurang lebih sebesar Rp. 15 juta. “Yang Rp.5 juta, diberikan oleh kordinator desa, Abes yang menjabat sebagai Kepala Desa Sindangsari, yang lainnya diserahkan langsung oleh para Kades dengan besar yang bervariatif, hingga jumlah nominal sebesar itu,” kata Iwan ketika ditemui di Kantornya.

Dikatakan pula oleh Iwan Permana SH, meski dirinya sebagai kuasa hukum kesepuluh kades, tetapi dirinya mengaku tidak dianggap oleh Kasi Pidsus. “Anak buah saya yang juga mempunyai surat kuasa, ketika mendampingi para kades, diusir keluar oleh Kasi Pidsus,” ujar Iwan.

Menanggapi hal itu, Kasi Pidsus Kejari Cianjur, Suherman SH, membantah kalau dirinya menerima uang Rp. 15 juta. Menurut nya “Tidak benar saya menerima uang sebesar Rp.15 juta dari Abes, saya hanya menerima uang sebesar Rp. 5 juta, itupun saya hanya mengambil Rp.1 juta saja, sisanya saya bagi-bagikan ke anak buah saya,” Jawab Suherman ketika dikomfirmasi di kantornya.

Selasa depan, lanjut Suherman, pihaknya akan memanggil Abes, Camat Kecamatan Kadupandak yang dikatakan telah mengkoordinir desa, dan Iwan Permana. “Kita lihat saja Selasa besok, saya akan memanggil mereka dan mengkonfrontir hal tersebut di kantor Kejaksaan,” pungkas Suherman.

Kalaulah benar pembangunan jalan dari anggaran sebesar Rp.250juta di borongkan  kepada pemborong sebesar Rp.180juta, kemana sisa yang Rp.70juta, begitu pula bantuan PPIP rata-rata volume hanya di terapkan pembangunan jalan dari mulai 900 meter dan paling tinggi cuma 1.300 di duga banyak mark-up seperti Desa Sukaraja banyak kabar di terapkan cuma 900 meter, begitu pula di Desa Neglasari hal nya sama di duga pula mark-up. >> Deden Trio/AGS/ A.Sofiyan

Leave a comment