Ternate, (MR)Masuk bursa calon anggota DPRD Kota Ternate Dapil 3 Ternate Selatan dan pulau Moti bagi seorang Ismail Marsaoly adalah sebuah peluang untuk memberikan yang terbaik bukan hanya untuk dirinya atau keluarganya.
Tapi sesungguhnya untuk kepentingan dan kemaslahatan semua masy-arakat. Memilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bagi ismail itu tidaklah terlalu penting.
Bukankah semua partai politik itu memiliki visi dan misi yang sama, sama-sama berkeinginan untuk terciptanya kehidupan masyar-akat yang adil, sejahtera.
Semua partai politik juga visi mencerdaskan masyarakat, mewujudkan masyarakat yang sehat dan setiap partai politik menghendaki kadernya untuk benar-benar memperjuangkan kepentingan masyar-akat, mengawal setiap aspirasi dan program eksekutif seperti memenuhi fungsi legislasi dan budgeting.
Bagi Ismail Marsaoly yang juga pensiun birokrasi di dinas perikanan dan kelautan (DKP) Kota ternate, sedari awal dirinya telah merawat kebersamaan dalam semangat kolektifitas semisal menginisiasi terbentuknya kelompok nelayan “pantai selatan” kelurahan Kalumata.
Ini adalah bagian terpenting dalam upaya mengagregasi kepentingan dan aspirasi masyarakat khusu-snya masyarakat yang berprofesi nelayan di kelurahan kalumata.
Bagi saya kedepan nanti jika terpilih tentunya tidak hanya sebatas kelurahan kalumata tapi tentunya dalam lingkup yang lebih luas dengan mencermati kompleksitas permasalahan pembangunan dan aspirasi masyarakat di dapil selatan. Ini tentunya menjadi agenda terpenting untuk bisa saya penjuangkan.
“Saya menyadari sepe-nuhnya hak dan keda-ulatan masyarakat untuk menentukan pilihan yang terbaik, dan tentunya pilihan itu adalah pilihan terbaik oleh karena masyar-akat kini sudah begitu cerdas dalam menentukan pilihan. Dengan begitu yang dihasilkan nanti adalah sosok wakil rakyat atau anggota DPRD yang benar-benar loyal dalam mengagregasi aspirasi dan kepentingan pembangunan Kota Ternate,” pungkas Ismail Marsaoly yang juga caleg PKB bernomor urut 4.
Senada dengan Ismail Caleg DPRD Kota Ternate Ir. Hi. Ali hairullah juga punya komitmen yang sama. Ir. Hi. Ali hairullah Caleg Dapil 3 Kota Ternate dari Partai Persatuan Pembangunan ini berkomitmen untuk senantiasa eksis memperjuangkan aspirasi dan agenda-agenda pembangunan kota ternate khususnya yang ada didapil selatan.
Jauh sebelumnya ketika masih aktif di birokrasi yakni di dinas pertanian provinsi Maluku utara Ir. Hi. Ali hairullah telah memiliki pilihan politik ke partai persatuan Pembangunan (PPP). Bahkan dimasa orde baru ia adalah simpatisan partai persatuan Pembangunan (PPP).
Pensiun dari dunia birokrasi mantan kepala bidang Tanaman Pangan ini bercita–cita terjun ke dunia politik oleh karena sejalan dengan visi kehidupannya untuk senantiasa memberikan yang terbaik. Dipahami bahwa politik itu adalah bagian dari ibadah, selagi politik itu dijalankan pada koridor yang benar dan membawa kemaslahatan bagi umat. jelanya kepada media rakyat.
Ir. Hi. Ali hairullah juga adalah sosok yang memiliki bekal pengalaman didunia birokrasi terutama yang realisasinya dengan bidang tanaman pangan. “Berbicara soal pangan itu adalah berbicara tentang hajat hidup orang banyak, karena pangan adalah sumber kehidupan masyarakat. Dengan demi-kian jika saya terpilih nanti saya lebih menghendaki berada dikomisi 3 yang berhubungan dengan bidang ekonomi, oleh karena soal pangan adalah bagi dari ekonomi,” jelasnya.
“Dalam konteks ini saya ingin katakan bahwa permasalahan pembangunan bidang ekonomi terutama yang berhubungan dengan ketersediaan pangan adalah permasalahan penting. Kita menghendaki pangan untuk masyarakat kota ternate ke depan tidak harus mengalami krisis dalam hal stok penyediaan agar sesuai kebutuhan aman dikonsumsi juga harganya harus sesuai dengan daya beli masyarakat,” lanjut Ali.
Ia juga berkeinginan untuk menginspirasi masyarakat untuk bergiat memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami tanaman pangan. Ini dimaksudkan untuk memudahkan pemenuhan kebutuhan pangan dikalangan kaum ibu.
Ia juga mengaharapkan perlu sinergitas kerja sama antara pemerintah Provinsi dan Kabupaten/ Kota dalam penyediaan pangan. Daerah-daerah kabupaten sesungguhnya layak dikembangkan menjadi sentra produksi pangan untuk didistribuskan ke pasar konsumen seperti Kota Ternate, ini dimaksdkan untuk memotong mata rantai ketergantungan pangan kota Ternate dari luar Provinsi yang kelihatanya terbilang cukup tinggi. >>Ateng
