Maluku Utara, (MR)
Sebuah terobosan program pertanian yang layak diapresiasi khus-usnya bagi Pemprov Maluku Utara dengan Pemkab Halmahera Barat. Melalui program bantuan Kementerian Pertanian berupa benih jagung dan pupuk yang selanjutnya dimanifestasi dalam bentuk penyediaan dan pengolahan lahan seluas 20.000 H, oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar).
Agenda pencanangan tanam perdana dimulai tanggal 28 Februari dilakukan oleh Bupati Halbar Dany Missi dan wakil Bupati Ahmad Zakir Mando, S.Sos., dihadiri wakil Walikota Ternate Abdullah Taher, SH., serta staf ahli Walikota Tidore Kepulauan Drs. Jamaludin Badar. Turut hadir Direktur Tanaman Tahunan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Ali Jamil serta jajaran Forkopimda Halbar.
Menurut Munawar, kegiatan ini menjadi agenda penting karena baru untuk pertama kali, pemanfaatan dan pengolahan lahan yang sebegitu luas, yakni 20.000 H. Secara terperinci, Ia menjelaskan program bantuan Kementerian untuk Provinsi Maluku Utara diprioritaskan lahan seluas 35.000 H. Lahan seluas ini menurut kadis, sebarannya terdapat di setiap Kabupaten/ Kota dalam wilayah Provinsi Maluku Utara. “Halbar sendiri kebagian 20.000 H., oleh karena dari hasil evaluasi Kabupaten ini dinilai layak di samping keberhasilan Bupatinya mempersentasikan kondisi riil bidang pertanian termasuk presentasi ketersediaan lahan (profile lahan) pertanian Halbar.
Secara terpisah Kepala bidang tanaman pangan dan holtikultura Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara Sofyan Tamodehe, SP yang juga ketua panitia pelaksana saat ditemui MR, menjelaskan sebelum kegiatan, penanaman yang secara resmi dimulai tanggal 28 Februari sebelumnya dilangsungkan rapat koordinasi bidang pertanian dan perkebunan. Rapat yang dihadiri pejabat eselon 1 Kementerian Pertanian membahas beberapa agenda penting diantaranya tentang peningkatan produksi jagung, kedelai, bawang, cabe dan bidang peternakan.
Saat dimintai tanggapannya, Kepala Dinas Tanaman Pangan Kota Tidore Kepulauan, Iskandar Halil, SP menuturkan program pencanangan tanam raya di Halmahera Barat tersebut perlu didukung dengan analisis margin pemasaran. Alasan Iskandar ketika terjadi over produksi, sementara pasar konsumennya belum jelas, maka yang muncul adalah kerugian di tingkat petani. Ia menambahkan perlunya perencanaan yang dimulai dari hulu hingga hilir, dimana pihak-pihak yang terlibat di dalamnya dari kegiatan pengolahan lahan, penanaman, panen dan pasca panen, pemasaran, sampai pada tingkat konsumsi, perlu ada satu kesepakatan terutama dalam soal harga produksi.
Sementara itu Kadis Pertanian Kota Tidore Kepulauan Imran Jasin, SP mengungkapkan program tersebut sebenarnya perlu didukung teknologi pertanian yang memadai mengingat luasan lahan yang sangat signifikan yakni 20.000 hektar. Teknologi pertanian tersebut dapat berupa traktor, hand traktor, handspray, mesin tanam, mesin pipil juga dryer atau mesin pengering. Senada dengan Imran, Kepala Dinas Tanaman Pangan Kota Ternate Sofyan Wahab, SP menambahkan perlunya sarana pertanian yang utuh untuk mendukung program tersebut juga bagaimana pelayanan terhadap petani disamping perlu juga koordinasi dari hulu sampai hilir termasuk peran penyuluh. >>Ateng
