Waduh Kok Ada Tiang Lampu Pju Di Sangga Bambu

Kab. Malang, (MR)
Sungguh mencengangkan, keberadaan penerangan jalan umum (PJU) yang notabene di buat agar masyarakat aman dan nyaman serta meminimalisir tindak kejahatan yang ada, justru banyak yang tidak berfungsi layaknya lampu penerangan jalan umum. Seperti di daerah druju hingga di jurang pletes kecamatan Sumbermanjing wetan, di wilayah kecamatan pagelaran ,kecamatan Gondanglegi dan bahkan mungkin di wilayah pinggiran kabupaten malang tercinta ini.

Milyaran rupiah uang negara di hamburkan untuk membangun PJU dengan model baru menggunakan lampu LED bertenaga surya tapi justru tidak membawa manfaat seperti yang di harapkan masyarakat kabupaten malang. Lebih menyedihkan lagi rekanan pengadaan dan pembangunan PJU yang tidak mengindahkan aspek kelayakan dan cara pemasangan tiang yang benar sehingga keberadaan tiang PJU dapat bertahan lama dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Seperti yang terlihat di kawasan kecamatan Gondanglegi tepatnya di desa Bulupitu. Akibat pemasangan tiang PJU yang tidak benar dan terkesan asal-asalan membuat masyarakat terdekat merasa resah. Hal ini disebabkan tiang pondasi lampu yang pecah dan menyebabkan tiang menjadi goyah dan hampir roboh,untungnya berkat kesigapan masyarakat sekitar desa tiang tersebut harus di sangga beberapa bambu agar tiang tersebut tidak roboh.

Menurut Kamdi, warga Bulupitu yang rumahnya paling dekat dengan tiang tersebut,pemasangan tiang tersebut dan tiang lainnya terkesan di buat asal-asalan tanpa mengedepankan keselamatan warga sekitar.

“Seharusnya mereka harus menggali tanah minimal setengah meter untuk pondasi tiang tersebut mas tapi kenyataannya mereka seenaknya menggali tanpa memikirkan berat tiang itu,” ungkap Kamdi.

Bukan hanya di desa Bulupitu saja, pantauan Media Rakyat di wilayah kecamatan sumbermanjing wetan tepatnya di sekitar Druju hingga jurang Pletes, dari sekian PJU yang terpasang dengan anggaran APBD tahun 2016 hanya satu yang berfungsi sedangkan lainnya mati. Saat hal ini di konfirmasikan ke Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan Dinas PU Binamarga Avicena, yang bersangkutan yang sebelumnya menjabat Kabid Penerangan Jalan tersebut sedang menunaikan ibadah Umroh.

Kemudian saat Media Rakyat mencoba menemui Soewignyo yang kala itu menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yang bersangkutan menghindar seraya mengatakan masih dinas luar.

“Maaf mas saya buru-buru, di perintah atasan,” ungkapnya seraya masuk ke mobil.

Di tempat terpisah, ketua LSM Gerhana Liebert Sidabutar saat di mintai pendapatnya menyatakan, sudah selayaknya dinas PU Binamarga memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,baik berupa infrstruktur jalan yang layak, PJU dan beberapa infrstruktur yang menjadi tanggungjawab dan kewenangan Dinas PU Binamarga.

Ia menilai, meski di tahun 2016 proyek infrastruktur yang di garap Dinas Binamarga menuai banyak pujian, tapi hal ini bikan berarti semuanya sempurna.”Contohnya ya tiang di Bulupitu tersebut, hal ini mencederai penilaian bagus dari masyarakat, akibatnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah kabupaten menjadi tidak ada,ini harus di evaluasi oleh mereka,”tegasnya.

Di dapat informasi dari beberapa sumber terpercaya di lingkungan Pemkab Malang, beberapa proyek pemerintah kabupaten Malang khususnya Dinas PU Binamarga sebagai salah satu Pengguna Anggaran terbesar, rentan terhadap setoran beberapa persen ke beberapa oknum pejabat.

“Itu sudah lumrah mas, makanya terkadang dengan adanya setoran ke oknum tersebut, coast biaya operasional rekanan jadi membengkak, akibatnya pekerjaan yang mereka kerjakan tidak maksimal,” ungkap narasumber yang enggan di sebut namanya tersebut.

Di tahun 2017 ini dengan pergantian pejabat eselon II khususnya di Dinas PU Binamarga dari Ir Moch Anwar kepada pejabat penggantinya Ir Romdhoni, mampukah Ir Romdhoni merubah mainset Dinas yang ia pimpin?
Di temui disela-sela kegiatan Bina Desa di kecamatan Poncokusumo, mantan Kepala Dinas Ciptakarya ini bakalan meneruskan program dan perencanaan yang telah di susun oleh pejabat sebelumnya.

“Tetap kita lanjutkan perencanaan tersebut, mungkin akan kita tambah sesuai arahan dari bapak bupati Malang , terutama pengaspalan jalan di wilayah Kondang merak yang saat ini tengah disiapkan Detai Enginerring (DED), dan secepatnya akan kami kerjakan,” terang Romdhoni. >>Giz

Related posts