Pangkalan, (MR)
Demo damai serikat buruh Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) cabang Karawang ke PT Juishin Indonesia bermula damai, namun akhirnya ricuh lantaran aksi demo tersebut di usir Polisi Polres Bekasi, bahkan pihak Polisi Polres Bekasi itu pun sempat menembakan senjata apinya, sehingga dua orang pendomo mengalami luka akibat tembakan dari salah seorang anggota Polisi, maka dua orang yang terluka tersebut terpaksa harus di larikan kerumah sakit umum. Korban yang terluka dari aparat pengunjuk rasa itu di antaranya Rudi Yasa anggota serikat Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) sedangkan Jajang salah satu dari anggota Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Cabang Pangkalan, yang saat itu (23/02) Angkatan Muda Siliwangi turut mengamankan aksi unjuk rasa Serikat Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI).
Aksi Demo Serikat Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) ke PT Juishin Indonesia adalah bentuk Solidaritas, karna serikat Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) menilai hal tersebut sudah melanggar perjanjian bersama (PB) yang sudah disepakati bersama antara pihak prusahaan dengan serikat Buruh Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI).
Daeng selaku ketua Cabang serikat Buruh Persaudaraan Perkerja Muslim Indonesia (PPMI) dalam orasinya menyampaikan pihaknya hanya meminta pada pihak management PT Juishin Indonesia mengabulkan tuntutannya. Namun hal tersebut tidak tercapai lantaran aksi Serikat Buruh Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) di bubarkan secara paksa oleh pihak Polisi Polres Bekasi.
Tidak hanya para anggota serikat buruh Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) yang mengecam tindakan pihak kepolisian yang berbuat semena mena itu, warga yang menyaksikan jalannya aksi demo tersebut pun menyesalkan tindakan dari pihak kepolisian Bekasi tersebut. >>Cece/Yadi
