Natuna, (MR)
Pagi itu merupakan hari berbahagia bagi ratusan oran CPNS dilingkungan Pemkab Natuna. Tepatnya tanggal 20 Januari, sebanyak 175 orang CPNS bakal dilantik menjadi PNS dilingkungan Pemkab Natuna. Pelantikan dan penyerahan SK PNS ini diikuti dari berbagai formasi umum dan khusus. Dari raut wacah para PNS ini, terlihat gembira.
Bupati Natuna dalam Sambutannya meminta, agar seluruh PNS yang sudah dilantik agar jangan membanggakan diri. Jangan tamak dan sombong. Anda dilantik dan mengabdi di Natuna, untuk melayani masyarakat Natuna. Untuk itu pergunakanlah jabatan saudara, untuk membantu masyarakat sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Sebagai PNS anda telah disumpah dan memberikan surat pernyataan bahwa bersedia ditempatkan diwilayah manapun anda ditugaskan. Ternyata, sindiran berupa nasehat Bupati Natuna yang masa jabatannya tinggal beberapa bulan lagi “masuk teliga kanan, keluar teliga kiri”.
Pasalnya, usai dilantik dan diambil sumpahnya, Bupati Natuna memberikan kesempatan bagi mereka yang ingin mengeluarkan unek-uneknya. Tampa basa-basi Hairuddin asal lombok langsung tunjuk tangan dan maju kedepan. Tentu hal ini, menjadi perhatian bagi sejumlah PNS yang ada disana. Sambil memperkenalkan diri dan asalnya, Ia menyebut mengajar disalah satu SD di Kecamatan Bunguran Selatan, tepatnya di SD 001 Cemaga.
Dalam penyampaian pendapatnya, Ia mempertanyakan mengapa di setiap sekolah minim perumahan guru. Sementara dirinya merupakan tenaga pengajar dari luar daerah. Permintaan oknum guru ini, membuat sejumlah kepala SKPD dan hadirin tercengang. Soalnya permintaan Hairuddin terlalu berlebihan. Dengan demikian julukan pahlawan tanpa jasa, kemungkinan besar tidak cocok dialamatkan kepada PNS yang baru lulus ini. Mengapa demikian? Sebab baru mengabdi di Kabupaten Natuna sudah banyak lagu permintaan. Selain rumah Dinas, Ia juga mempertanyakan minimnya pembangunan pasar disetiap Kecamatan. Usai memberikan komentar, PNS lainpun tak tak mau ketinggalan. Mereka meminta dipindahkan dari tempatnya bekerja.
Menanggapi peryataan itu, Bupati Natuna Ilyas Sabli mengatakan, hari ini Pemerintah daerah fokus kepada peningkatan SDM. Karena anggaran APBD Natuna tiap tahun mengalami penurunan. Jika ditaksir APBD 1 triyun, nilainya sangat besar, namun jika dimanfaatkan minim untuk pemban gunan. Kenapa?, karena 20 persen dari APBD sudah diplot untuk Pendidikan, 10 persen untuk kesehatan, 10 persen untuk Alokasi Dana Desa (ADD) dan 5 persen untuk taskin. Sementara Pemkab Natuna untuk bayar rutin saja sekitar 500 millyar lebih. Biaya itu untuk bayar gaji pegawai, honor dan biaya operasional. Pertanyaannya apa lagi mau dibangun, jika anggaran sudah habis terkuras?.
Perlu diketahui, sebelumnya Pemkab Natuna sudah banyak membangun fasilitas rumah guru, namun banyak guru enggan menempati, sehingga bisa dibilang rumah tersebut jadi sarang hantu dan banyak rusak karena tidak dihuni. Terkait pasar, Kita sudah pernah bangun pasar tradisional di Kematan Bunguran Tengah, namun hasilnya sia-sia, karena minat masyarakat belum tinggi. Sekali lagi Kita fokus kepada pengembangan SDM, serta insfratuktur yang sangat penting. Seperti jalan jembatan dan pelabuhan, air dan listrik.
Untuk mereka yang mau pindah, dari awal anda mengikuti tes PNS, sudah ada surat perjanjian, bisa pindah jika sudah mengabdi dulu di Natuna selama 5 tahun lamanya. Karena mengambill nomor formasi di Pusat itu, menghabiskan dana APBD puluhan juta per orang. Jadi tidak ada alasan untuk mengusulkan pindah. Kami tidak ingin Kabupaten Natuna hanya jadi batu loncatan mencari jati diri jadi PNS, lalu pindah. Terlalu banyak alasan yang dibuat, ada orang tuanya sakit, tak ada jaga, ada pacarnya, macam-macamlah, padahal sebelum jadi PNS, tak ada keluhan sama sekali, ucap Ilyas kesal. Saya harap, anda bekerjalah sebaik mungkin, pintanya. >>Roy
