Proyek Optimalisasi SPAM IKK Diujung Tanduk? Nurohman: Persoalan Ini Segera Kita Laporkan

Plang Proyek SPAM IKK di Kecamatan Bunguran baratNatuna, (MR)
Meski sudah santer dipemberitaan, nampaknya pihak kontraktor dan pengguna anggaran, tidak mau tau soal bobroknya pekerjaan yang dilakukan dilapangan. Pasalnya, sampai saat ini, belum ada respon dari kedua belah pihak untuk segera melakukan perbaikan, terkait pekerjaan itu. Jika persoalan ini dibiarkan bukan tidak mungkin, ada pihak-pihak yang dirugikan.

Tidak beresnya pekerjaan yang dilakukan oleh pihak rekanan, serta kurangnya pegawasan dari konsultan, membuat pihak rekanan, bekerja  “seenaknya”. Lembaga swadaya masyarakat, (LSM) FPWTR (Forum Peduli Warga Trans Natuna, mengaku  akan segera melaporkan pekerjaan ini kepada pihak berwewenang. “Saya lihat sendiri, mereka (para pekerja -red ) tidak memakai alas pasir saat melakukan penanaman. Padahal,  pekerjaan tersebut  seharusnya memakai alas pasir terlebih dulu baru ditanam. Dokumen ini akan kita jadikan bukti untuk melaporkan ini ke jalur hukum.

Hari ini, masih ada waktu, jika pihak rekanan ingin melakukan perbaikan, tetapi jika tidak mau, permasalahan ini akan kita laporkan. Dari pengamatan dilapangan, para  pekerja, hanya memberi pasir  didekat sambungan saja, lainnya tidak. Jika mau aman dan tidak ada masalah, lebih baik dibongkar saja, dari pada nanti jadi penyakit,pinta Nurohman. Jangan korbankan warga Batubi, hanya untuk mendapatkan keuntungan besar. Ini namanya “korupsi” tegas Nurohman.

Ini bukan sekedar ancaman, kalau tidak percaya silahkan saja, ucap Nurohman. Masyarakat Natuna tentu tahu, Ketua LSM FPWTR, keberan iannya, untuk melaporkan segala permasalahan di Natuna, tidak perlu diragukan. Sepanjang perjalanan, sepak terjang Nurohman, sering melanglang buana hingga ke Ibukota.

Berbagai stampel dari aparat penegak hukum mulai dari Kajagung, Kapolri Hingga  KPK ada padanya, itu merupakan bukti kuat. Bahkan Dirinya pernah menyoroti kedatangan menteri kehutanan, Ms Kaban ketika mengin jakkan kaki di bumi Natuna. Alasannya, Ia pernah membuat laporan ke Menteri Kehutanan, tentang pemalakan hutan, yang dilakukan oleh dua pengusaha sawit di Natuna. Namun dirinya kecewa, sebab sang menteri hanya ,sampai dibandara saja, padahal Ia mencarter khusus pesawat ke Natuna.

Hasil investigasi terbaru, Proyek optimalisasi SPAM IKK, dengan nilai, Rp5.987368.000, berada di Kecamatan bunguran barat, tepatnya di Desa Batubi, membuat pihak pekerja gundah gulana. Pemberitaan yang dimuat oleh media  rakyat, ada yang bersukur ada tidak. “Sudahlah pak jangan ditulis lagi, sudah terlanjur ditanam, ucap salah satu pekerja. Disisi lain ada  berpendapat, bagus juga, jika dibongkar, Kita dapat pekerjaan lagi ucapnya.

Perlu diketahui, Proyek sarana air bersih di Kabupaten Natuna, sejak dulu selalu “bermasalah”. Bahkan salah satu paket tak berpungsi di Sabang mawang Pulau 3, senilai 1,7 millyar, telah memakan korban, akibatnya, kontraktor dan kasatker Paulus, harus rela menerima gelar terdakwa, dan harus dikrengkeng dalam penjara. Seharusnya dari kejadian ini, pengganti Kastker, maupun orang yang dipercaya membantunya, harus lebih waspada, dan teliti dalam menjalankan setiap pekerjaan. Bukan sebaliknya. Jangan gara-gara  persoalan penanaman piva,  bukan tidak mungkin, bakal  senasib dengan senior terdahulunya.

Sementara, pemenang tender pekerjaan, optimalisasi  SPAM IKK, di Kecamatan Bunguran Barat, di kerjakan  PT Bangun Putra Bakti. Dengan nilai kontrak Rp 5.987368.000, konsultan pengawas Putri Siantan,  hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban resmi baik dari Pengguna anggaran maupun kontraktor dan konsultan pengawas, padahal informasi diterima media rakyat, Kasatker bersama PPK, sudah kalang kabut, saat berita pertama dikeluarkan. Mereka langsung turun ke Natuna melakukan pengecekan. >>Roy

Related posts