30 Tahun Menunggu, Desa Payaklaman Terang Benderang

Anambas,(MR)
SETELAH 30 tahun menunggu, akhirnya desa Payaklaman, Kecamatan Palmatak dapat menikmati listrik. nampak Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Drs. Tengku Mukhtaruddin meresmikan 2 unit mesin Diesel yang akan digunakan oleh warga Payaklaman dan sekiatrnya unutk memenuhi kebutuhan listrik mereka, Jumat (13/07) silam. “Ini adalah acara yang kita nanti-nantikan selama 30 tahun ini. 30 tahun desa kita gelap gulita pada malam hari. Tapi hari ini, akhirnya desa Payaklaman dan sekitarnya bisa menikmati listrik,” ujar Bupati KKA, Drs. Tengku MUkhtaruddin.
Tengku berujar, listrik ini merupakan sebuah kebutuhan pokok masyarakat yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Oleh karena itu Pemda KKA sengaja menggesa pemenuhan kebutuhan listrik di berbagai desa, khususnya desa Payaklaman ini. Terbukti proyek yang seharusnya rampung Oktober mendatang, dapat dinikmati hasilnya 3 bulan lebih awal. “Ini kebutuhan vital masyarakat, jadi Pemda harus berusaha memenuhi kebutuhan ini. Kita gesa. Kita segerakan. Hasilnya sebelum Ramadhan, masyarakat kita sudha bisa menikmati listrik,” papar Tengku.
Secara khusus memang suplay tenaga listrik yang ada di kecamatan Palmatak dipusatkan di desa Payaklaman. Namun untuk jaringan sendiri mencakup ke berbagi daerah seperti Payakmaram, Matak Kecil dan Batu Ampar. Romy juga berujar dengan kapasitas demikian mungkin juga bisa mengcover kebutuhan listrik di desa sekitarnya juga. “Makanya penting buat kita untuk menjaga mesin ini. Karena mungkin dengan kapasitas yang demikian besar mampu untuk mengcover desa-desa lainnya,” jelas Kadi ESDM, Romy Firman, ST.
Romy menjelaskan bahwa sampai hari ini mesin tersebut sudah mengcover sebanyak 808 unit rumah di desa Payaklaman dan sekitarnya. Konsumsi BBM yang dibutuhkan untuk mengoperasikan mesin ini dalam durasi 6 jam akan menelan biaya sekitar Rp. 151 Juta/ Bulan. “Kalau dibagi dengan jumlah penduduk yang rumahnya sudah terinstalasi, berarti 1 rumah tangga akan mengeluarkan biaya sekitar Rp. 200 Ribu s/d Rp. 300 Ribu per 4 amperenya,” ujar Romy.
Pengelolaannya sendiri diserahkan kepada penduduk. “Pengelolaan kami mempercayakan kepada kearifan lokal. Kami percaya masyarakat kita sangat cerdas untuk mengelola listrik ini. Jadi sebelum dibentuk” papar Romy. “KAmi percayakan kepada Camat Palmatak untuk membentuk sebuah lembaga guna mengelola listrik di desa ini,” tambah Romy.
Lembaga yang dibentuk tersebut diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat akan listrik.  Mulai dari pengelolaan, lebutuhan BBMdan juga lama nyala listriknya. Sementara dinas ESDM sendiri berjanji akan tetap membantu dalam hal monitoring dan evaluasi.
Sementara itu salah salah seorang pemuka masyarakat, H.Muchlis menilai peresmian listrik desa Payaklaman Kecamatan Palmatak memiliki nilai strategis untuk kehidupan masyarakat. Pasalnya Listrik merupakan urat nadi perekonomian masyarakat yang sudah sejak lama diidam-idamkan oleh masyarakat. “Listrik ini memiliki nilai ekonomis buat masyarakat kita pak Bupati. Selama ini masyarakat perlu mengeluarkan biaya besar untuk memenuhi kebutuhan listriknya. Tapi dengan bantuan ini, kami tidak lagi perlu mengeluarkan biaya besar untuk menerangi rumah kami,” ujar Muchlis kepada Bupati KKA.
Atas nama masyarakat desa Payaklaman, Batu Ampar dan sekitarnya Muchlis juga mengucapkan terimakasih atas pemberian ini untuk kepetingan ini. Hal ini merupakan hal positif. Dirinya juga berharap dengan adanya listrik ini juga dapat membantu proses belajar pelajar-pelajar di desa Payaklaman dan Sekitarnya. “Terimakasih Untuk dinas ESDM, terlebih untuk bapak Bupati atas pemberian ini epada kami. Saya juga berharap, listrik dapat memberikan pengaruh yang positif kepada anak-anak kita. Karena selama ini diketahui banyak siswa, apalagi yang berasal dari keluarga yang kurang mampu mengalami kesulitan dalam belajar karena tidak mampu memfasilitasi rumah mereka dengan penerangan. Sehingga dengan adanya listrik ini, penerangan buat belajar bukan lagi masalah buat mereka,” harapnya. >>Eichiro/ Edo

Related posts