Indramayu, (MR)
PROGRAM Ujian Tengah Semester (UTS) Tahun Pelajaran 2015/2016, untuk sekolah tingkat SMA / SMK di Wilayah Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, terlihat sukses tanpa ekses para peserta didik Program Wajib Belajar Pendidikan (Wajardik) 12 tahun, yang dananya bersumber dari APBN, APBD I dan APBD II, datang 30 menit lebih awal ke sekolah setempat dari jadwal yang ditetapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Indramayu.
Sebab itu, sejumlah orang tua murid berharapkan suksesnya Program UTS tersebut merupakan langkah awal keberhasilan anak-anaknya dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) didalam ataupun diluar ruang kelas baik bidang akademik, olahraga dan kesenian disekolah yang bersangkutan.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para guru yang sudah mensukseskan Program UTS di lembaga pendidikannya setempat, “ katanya.
Namun, seorang Pengamat Pendidikan dan Kebudayaan di Indramayu, Abdullah, sewaktu dihubungi Media Rakyat melalui Ponselnya tadi malam pihaknya menyambut baik suksesnya kegiatan Program UTS dimaksud. Tetapi, ironisnya Rica Milla, Siswi Kelas X dari Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan (TKJ) 2 SMK Negeri 1 Sukra, justru tidak bisa mengikuti Program UTS disekolahnya, soalnya orang tuanya belum melunasi SPP selama 2 bulan, tegasnya. Padahal, Rica Milla, Siswi Kelas X dari Program Keahlian TKJ 2 SMK Negeri 1 Sukra, berasal dari keluarga yang status sosial ekonominya tidak mampu yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan Kartu Pintar yang diterbitkan Pemkab Indramayu. Karenanya, tidak ada alasan pihak SMK Negeri 1 Sukra melarang siswi tersebut mengikuti Program UTS, mengingat Pemerintah sudah menggelontorkan dana pendidikan yang cukup dari APBN, APBD I dan APBD II, tandas Abdullah. Kepala SMK Negeri 1 Sukra, Maska, S. Pd. M. Si. sewaktu dikonfirmasi Media Rakyat diruang kerjanya Kamis siang (22/10) pihaknya menepis tudingan miring tersebut, “ Siswa / Siswi yang menunggak pembayaran SPP jumlahnya mencapai puluhan, dan semuanya bisa mengikuti Program UTS jadi bagaimana keinginan siswa yang bersangkutan, kalau memang tidak bisa membayar SPP per Bulanan Rp 110.000. silahkan orang tuanya datang ke sekolah ini, “ katanya. >>Mukromin
