Usia Dini, Proyek Irigasi Klarik Sudah Jebol?

 

Hari Ini Polres Natuna, Tinjau Lokasi.
Natuna(MR)- Maraknya tanggapan masyarakat ,akibat pemberitaan dilakukan wartawan koran ini, membuat Humas PT Benteng Indoraya angkat bicara.

Dalam tautannya di WA, Ia mengakui , kalau pembangunan saluran irigasi menghabiskan anggaran 35 millyar lebih, sudah sesuai dengan aturan. Persoalan material dipermasalahkan masyarakat, itu permintaan dari mereka sendiri. Pihak Rekanan mau membeli material dari luar, namun mereka minta beli hasil batu gunung yang mereka pecah, maka kita bantu, ucap Jhoneri.

“material sebetulnya mau di ambil dari luar, tapi karena sebagian warga  minta di beli materialnya, ya mau gimana lagi. Sementara diakhir pekerjaan warga  komplain

Masalah  jebol dan retak”, karena di sekitar lokasi saluran terjadi banjir yang mengakibatkan arus , cukup deras sehingga menghantam pasangan kita. Kenapa  rusak, bukan karena beton nya tidak sesuai mutu, tetapi saat kejadian  ,umur beton belum cukup kuat utk menahan beban” berat.Ucap Jhoneri lewat chat pribadinya.

Terkait masalah jebol, itu bahasa masyarakat, secara teknis Saya sudah klarifikasi, dan selanjutnya akan segera diperbaiki, paparnya. Namun di sayangkan dirinya tidak mau dipublikasikan soal material ,kenapa dan ada apa?. Sebab persoalan yang dimuat media rakyat, terkait material tidak”standar’.
Berketok atas masyarakat, pihak rekanan membeli material, tidak sesuai ketentuan. Apapun itu namanya tetap salah.

Jika bahan beli dari luar ,akan memakan biaya besar, belum lagi waktu tempuhnya,.Pada hal mutu dan kwalitas sudah pasti jauh berbeda. Pemanfaatan pasir dilokasi, untuk ngecor, dinilai, tidak layak, karena pasir Padang, daya rekatnya kurang.Belum lagi batu gunung dan pasirnya belum uji lef.Disinilah ungsur “korupsinya”.
Ketua komisi II DPRD  Natuna,Yohannes ketika mau dimintai tanggapannya, mengaku lagi mengadakan rapat. Didalam ruang Paripurna Ia bersama 2 rekannya sedang asik ngobrol.Sehingga belum bisa memberikan tanggapan.

Sementara itu Kades Klarik Utara,zapridin, Dirinya tidak pernah menerima bantuan apapun dari kontraktor .Tahun 2017 mereka ada bantu 1 juta itupun untuk kegiatan STQ desa.

“Saya tidak pernah meminta , apapun dari mereka. Ia juga mengakui banyak retakan sepanjang saluran irigasi”.Namun saat ini, tidak terlihat lagi, karena sudah dialiri air. Saya lihat dari awal sudah salah, sawah diatas, saluran dibawah.

Kemarin saat Wabub melakukan kunjungan, pihak kontraktor langsung mengaliri air.ucapnya.

Kasat Reskrim polres Natuna, kabarnya hari ini akan meninjau langsung proyek, irigasi bendungan Klarik .Ia bersama beberapa anak buahnya akan melakukan Lidik.” Semoga gerak cepat aparat hukum di Natuna, pembangunan Irigasi Klarik bisa lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat./Roy.

Related posts