Ciamis (MR)
Dari tahun ketahun berbica-ra soal pendidikan tidak pernah ada selesainya di republik ini, karena semua pihak selalu menginginkan kualitas pendidi-kan yang tinggi.
Terlebih orang tua yang menyekolahkan anaknya yang selalu mencari sekolah yang paforit dengan kata lain yang kualitas tinggi. Untuk mewu-judkan harapan pemerintah dan seluruh orang tua murid bukan-lah suatu hal yang mudah karena harus membutuhkan dukungan semua pihak terlebih pada jaman sekarang ini sebagai suatu perwujudan harapan orang tua murid.
UPTD (Unit Pelayanan Teknis Daerah) Disdik di panjalu yang dijabat oleh Miming Mujamil S,Pd. MM membuat program untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kecamatan Panjalu Ciamis.
Menurutnya, yang utama adalah mengoptimalkan peran lembaga, UPTD TK di dukung dengan pembinaan organisasi UPTD yang terdiri atas kesekre-tariatan pengawas pendidikan dan kepala sekolah serta guru.
Namun untuk membangun system kinerja di lingkungan UPTD yang mempunyai tujuan untuk masing-masing stoke holder dapat dioptimalkan sesuai poksinya selanjutnya mengenai, bangunan gedung PGRI yang sekaligus juga merupakan kantor UPTD Kecamatan panjalu. “Alhamdu-lillah saat ini sudah terlearisasi walau pun belum tuntas diperkirakan, bangunan ini baru 70%, karena memang ruangan-nya masih harus digarap, jadi kita mengatur posisi yang layak untuk ditempati, dengan ang-garan menurut RAB mencapai 380 juta rupiah, selebihnya mempergunakan dana stimu-lant dari dewan DPRD sebesar 200 juta rupiah baru terlearisasi saat ini 50%, dan juga swadaya masyarakat.
Harapannya, dengan terwu-judnya gedung baru ini mem-berikan pela-yanan yang lebih baik lebih optimal se-hingga tujuan untuk mening-katkan mutu pendidikan khususnya UPTD pen-didikan Keca-matan Panjalu terlearisasi dengan baik, karena dengan ditunjang sarana-prasarana yang layak alhasil memberikan yang ter-baik, lanjut Miming “kemudian pihak kita UPTD perlu mela-kukan pembinaan peningkatan indek kepuasan konsumen (IKK) yaitu masyarakat atau orang tua yang ada di kecama-tan panjalu khususnya keluarga tidak mampu harapannya tidak ada yang putus sekolah dengan kata lain dapat terselesaikan wajar diknas, harapannya. (HR)
