Sukabumi, (MR)
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi melalui UPT Vokasi kembali melakukan Pendidikan dan Latihan (Diklat) bagi pelajar. Sebanyak 120 siswa dari sejumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Kota Sukabumi mengikuti Diklat Bangunan yang digelar di UPT Vokasi Kota Sukabumi.
Kegiatan yang dilakukan untuk kali ketiga tersebut dibuka Kedisdikbud Kota Sukabumi, H.Dudi Fathul Djawad. Dari seluruh peserta, sebanyak 12 orang dari siswa Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Paket C, dan 16 dari siswa PKBM , selebihnya dari SMA/SMK negeri dan swasta se Kota Sukabumi.
Dudi mengatakan, diklat merupakan komitmen dinas dalam menunjang kualitas pendidikan. Sebab, tidak semua siswa mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “Siswa sengaja diberi ketrampilan vokasional dalam rangka mempersiapkan tenaga kerja di masa mendatang. Kalau mereka tidak masuk ke pergurun tinggi, sudah punya bekal,”katanya.
Dia berharap, hasil diklat mampu menambah skill peserta untuk mengembangkan diri kelak setelah lulus dari sekolah. Apalagi, ketrampilan yang diberikan banyak dibutuhkan masyarakat, seperti pelatihan otomotif, listrik, bangunan dan mesin. Populasi kendaraan sepeda motor yang sangat pesat merupakan potensi bagi peserta. Pesatnya bisnis property sangat membutuhkan tenaga ahli bangunan, bukan sebagai tenaga kasar tapi tenaga ahli. “Peluang untuk hidup lebih baik sangat terbuka bagi meraka,”jelasnya.
Dijelaskan, Dinas Pendidikan bukan hanya bertanggung jawab secara akademis saja. Tapi juga mempersiapkan siswa agar memiliki ketrampilan yang memadai. Diklat melalui vokasi merupakan salah satu cara yang ditempuh. “Dengan pelatihan ini paling tidak, mereka bisa membangun rumahnya sendiri,”katanya.
Dudi menargetkan, sebanyak 480 siswa setiap tahun dipersiapkan untuk dididik ketrampilan khusus melalui program tersebut. Diklat dilakukan secara bertahap dengan bidang keahlian berbeda. Jika tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, mereka bisa memanfaatkan keahlian di dunia kerja. “Kalau 50 persen saja yang terserap dunia usaha sudah baik. Kalau pun mereka melanjutkan ke perguruan tinggi, keahlian mereka bisa dimanfaatkan,” katanya.
Sedangkan diikutsertakannya siswa PKBM, Dudi mengatakan merupakan bukti kualitas PKBM tidak kalah dengan sekolah formal. Apalagi, kurikulum PKBM sama dengan SMA. “Kualitas PKBM itu sama dengan SMA atau SMK, kurikulum delapan standar yang diterapkan di SMA juga diterapkan di PKBM,”katanya.
Kasubag Tata Usaha UPT Vokasi Kota Sukabumi, Us us B Halian mengatakan, diklat dilakukan secara bertahap. Selama empat hari di dalam kelas, selanjutnya dua bulan dilakukan di lapangan. “Selama empat hari diklat, tiga hari di ruangan dan satu hari kunjungan ke dunia industry. Setelah mengikuti dua bulan di dunia industry, kalau lulus batu dapat sertifikat,” katanya.
Dijelaskan, pada kegiatan tersebut, UPT Vokasi bekerjasama dengan Museum Geologi Bandung. Setiap bidang keahlian, juga menghadirkan instruktur dari berbagai intasi dan perusahaan. “Setiap angkatan ada empat instruktur. Terakhir, Diklat bidang keahlian mesin akan dilaksanakan Oktober mendatang,”katanya. >>Lelly
