Unik, Segeram Jadi Pusat TMMD

Pengabdianku di Daerah Perbatasan bukan lah sekedar ungkapan kata penghias belaka, melainkan bukti nyata, bahwa TNI merupakan garda terdepan, menjaga keutuhan NKRI sekaligus motor pembangunan.

Natuna, (MR)
Usai bersantap siang dengan keluarga, Komandan Distrik Militer, letkol Ucu Yustiana, menghampiri, dua wartawan yang sedang menunggu di serambi depan rumah dinasnya, Jumat 21 april 2017. Meski jam istirahat, lelaki separoh baya itu, masih mengenakan baju lengkap, dinas Kesatuannya.

Komandan yang akrab dengan wartawan itu rupanya punya janji dengan kulitinta untuk melakukan konfirmasi terkait sudah sampai mana kegiatan TMMD dilakukan. Tanpa merasa ada jarak, Ia pun langsung menyapa. Silahkan duduk, ucap. Ucu dengan seyum ramah. Maaf, tadi baru siap makan siang dengan keluarga, ucapnya memulau pembicaraan.

Sang komando tidak sendirian, berselang beberapa minit. Ia ditemani Kasdim, O.Fikriyansah beserta Pasintel Kapten Narta. Sambil bersenda gurau. Ucu mulai menceritakan terkait kegiatan pelaksanaan TMMD, yang diselenggarakan TNI, AD di Natuna,.

Dari hasil laporan anggota diterima Jumat tanggal 21 April semua berjalan lancar sesuai dengan jadwal. Saat ini persentase pekerjaan dilapangan sudah hampir rampung. Untuk pembukaan jalan mencapai, 65 persen, rehab musholla 85 persen, mck di rumah warga 75 persen. Mck SD 65 persen. Dapat dipastikan tanggal 4 Mei mendatang kegiatan ini, selesai seratus persen. Dan akan Kita lakukan penutupan.

Sementara untuk non pisik tinggal, kegiatan keagamaan dari kemennak, dan  Penyuluhan pertanian, perikanan. Yang belum terealisasi, yang sudah terealisasi berupa wawasan kebangsaan, penyuluhan bahaya narkoba kepada anak sekolah, cek kesehatan, sunat massal dan lainnya.

Memang kegiatan TMMD kali ni kita fokuskan di dua Kecamatan. Kenapa  harus  desa segeram?, dari survey dilakukan TNI, kampung Segeram merupakan daerah unik. Sebab desa itu berada di Kecamatan Bunguran Barat, namun wilayahnya satu daratan dengan Bunguran besar.

Itulah yang membuat TMMD di Segeram sangat unik dan menarik. Meski lokasinya masih satu daratan dengan Bunguran Besar, tapi akses jalan darat ke Daerah itu belum ada. Oleh karena itu, kami menganggap pembukaan jalur darat lewat Klarik sangat diperlukan, agar akses ini dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat.

Dari hasil musyawarah dengan masyarakat setempat, jika musim utara tiba tidak ada akses lain yang dapat dilalui. Mereka harus berangkat pakai pompong selama berjam-jam untuk membeli sembako.

Padahal ombak bisa mencapi 2 sampai 3 meter. Bahkan anak-anak mereka jika mau melanjutkan sekolah menengah pertama, harus keluar dari desa itu. Dan ini mengundang resiko tinggi. Masyarakat di Segeram terkadang bagai buah simalakama. Jika tidak mengarungi ombak, maka tak akan mendapatkan sembako, jika musim Utara tiba.

Penderitaan seperti inilah yang sering dialami warga Segeram. Oleh karena itu, dari hasil survey dilapangkan, kami mengusulkan desa Segeram, harus dibuka akses darat terdekat. Dan lokasi itu menuju Desa klarik. Soalnya jaraknya tidak terlalu jauh. Sekitar 5 km lebih. Sedangkan ke Kecamatan Batubi, sekitar puluhan kilometer, ucapnya.

Seperti yang Kita lihat, pembukaan jalan tembus Batubi Klarik sedang dikerjakan pemerintah juga. Mudah-mudahan kedua akses ini cepat selesai, sehingga kehidupan warga bisa lebih baik tidak seperti saat ini. Meski hasil bumi dan laut banyak, karena akses terisolir, susah nak jual.

Mungkin teman-teman bertanya. Kenapa TMMD selalu membangun mck. Hal tersebut di sesuaikan dengan  Program nawacita Jokowi- JK, yakni membangun 1 juta mck, maka diselaraskan.

Ditambahkannya, meski kondisi lapangan banyak kendala harus dihadapi. Bagi TNI tak ada kata tak bisa menurutnya tentara harus siap disegala hal. Bukan hanya sebagai garda terdepan NKRI, tapi harus mampu membangun bersama rakyat. Baik fisik maupun non pisik. Kegiatan ini sudah yang ke 98, ucap Ucu penuh semangat.

Kita sudah dididik selalu siap dalam situasi apapun. Dari hasil laporan serta pantau langsung yang dilakukannya, dipastikan kegiatan TMMD di Desa Segeram akan selesai sesuai target. Yang buat lama adalah pembangunan jembatan kayu sebayak 9 titik. Jembatan itu untuk penyebarangan alat berat dan lori, guna mengangkut bahan material.

Hari ini dah selesai. Besok sudah bisa dilakukan penimbunan dan pengerasan serta pembuatan parit. Jika ini sudah rampung, nanti akan kita laporkan hasilnya kepada Pemerintah Daerah, dan kelanjutan pembangunan diserahkan kepada pemerintah. Tugas Kita hanya pembukaan akses saja. Tindak lanjut ke depan tergantung pemerintah daerah. Kami sifatnya membantu daerah isolir. Kami survey baru usulkan ke Pemerintah.

Saya lihat Nelayan Kita di Segeram masih tradisional, belum punya jps. Mungkin belum pernah dapat bantuan. Ke depan rencana Kami, bukan hanya penyuluhan lagi, tapi ada actionnya, agar lebih bagus. Seperti buat kerupuk, perlu pengemasan agar lebih menarik.

Sementara untuk tahun 2018 mendatang, TMMD difokuskan di daerah pulau tiga, Kecamatan Pulau Tiga. Dari hasil survey lapangan. Masih ada daerah yg belum bisa lewat darat. Panjangnya sekitar 13 km. Padahal di sana ada SMA, SMP.

Kasihan anak anak jika harus pakai pompong, untuk berangkat kesekolah. Dan ini sangat beresiko. Kalau tak salah Desa selading dan stumuk, ucap Ucu diamini oleh Kasdim O.Fikriyansah.

Mengapa sang Komando harus turun lapangan? Menurutnya, Sebagai Dansatgas, sangat penting baginya turun lapangan, gunanya melakukan pengaawasan. Bukan berarti Saya tidak percaya dengan anggota. Tapi sebagai pemimpin sudah seharusnya, turut andil dilapangan, untuk memberi semagat pada anggotanya. Sekaligus menampung aspirasi warga dari kampung kekampung.

Kembali kepada kegiatan yang diusulkan terhadap Pemerintah, harus disesuaikan dengan kebutuhan warga sekitar. Soal bantuan dari pemerintah untuk TMMD sangat lancar, cuma ada tahapan administrasi, harus di jalani. Kami salut, dukungan dari Bupati. Wakil dan Sekda sangat tinggi, tambah Ucu.

Perlu diketahui, kegiatan TMMD semua sudah ter program, baik itu jangka panjang maupun pendek. Jadi siapapun yang jadi komando, harus dilaksanakan dan dijalankan. Karena program ini dari Pusat. Tidak ada alasan tidak mengerjakannya. Jadi masyarakat tidak usah takut. Seandainya tongkat komando, akan diganti, program tetap berjalan.

Kegiatan TMMD ini sangat penting dan sangat memabantu masyarakat, bahkan perekonomian warga pun akan meningkat. Lihat saja ketika pembukaan TMMD dilakukan ekonomi warga berjalan dengan baik.

Beralih kepada kegiatan TMMD 2018 mendatang, meski telah dilakukan disurvey oleh tim TNI, belum tentu bisa terealisasi. Alasannya, jika kegiatan itu telah masuk musrembang, maka lokasinya akan di cancel. Intinya bisa dibatalkan.

Agar kegiatan TMMD, tetap eksis dan berjalan sesuai harapan masyarakat, Kita melakukan survey lebih dari biasanya. Tujuannya, jika lokasi yang sudah Kita survey sudah masuk dalam pembahasan Musrenbang, maka bisa mengajukan lokasi lain, paparnya lagi.

Untuk bantuan kepada nelayan berupa alat kerja sampai saat ini belum ada, tapi tidak tertutup kemungkinan jika ada dari pihak ketiga, yang mau memberikan bantuan Kita terima. Tahun lalu ada bantuan CSR, cuma tak sinkron dengan TMMD, jadi Kita berikan ke desa teluk Buton. Berupa sarana olahraga, rehab mesjid, rehab musholah, pembangunan jalan  semenisasi, rehab RTLH, rehab rumah Peterpan.

Mungkin teman-teman bertanya, darimana Kami tahu tempat-tempat prioritas, jawabnya dari Koramil dan Babisa. Karena mereka yang tau teritorial data penduduk. Mana yang layak di bantu. Intinya, jarum jatuh aja. Babinsa harus tau. Sebenarnya masih ada program TNI, yang jarang terekpos. Yakni Jumat bersih. Ini termasuk Program nasional. Sasarannya membersihkan drainase, selokan, membersihkan mesjid dan lainnya. Tak terasa sudah satu jam lamanya, hujan pun turun sangat deras, namun keakraban terlihat jelas, diantara sang komando dengan wartawan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Desa Segeram merupakan kampung tua, yang terlupakan. Menurut Sumiyati, kedatangan TNI, untuk melaksanakan, TMMD, (Tentara, Manunggal Masuk Desa) sangat membantu warga disini. Alasannya sejak dulu Desa Segeram merupakan desa tua, yang terlupakan. “Daerah ini, luput dari perhatian Pemerintah.”

Boleh dikatakan Desa ini terisolir dan tertinggal. Jika dulu, Segeram di huni kurang lebih 300 KK, sekarang tinggal 33 KK. Hal itu diakibatkan kurangnya perhatian Pemerintah, sehingga banyak masyarakat eksodus keluar desa, agar bisa memberikan pendidikan yang lebih layak,pada anaknya, serta ingin memperoleh kehidupan layak di desa lain.

“Sulitnya akses, transportasi dan pendidikan membuat desa Segeram, ditinggal penduduk aslinya”. Padahal dalam sejarah desa ini merupakan desa tua seharusnya dipertahankan dan dilestarikan, ungkap Sumiaty.

Kami sangat bersyukur, dengan adanya kegiatan TMMD di desa Segeram telah membuka harapan baru bagi warga yang masih bertahan. Pembukaan jalan Segeram-Klarik, diharap mampu memperbaiki kehidupan masyarakat. Kita ketahui, jika musim Utara tiba, untuk belanja kebubahan bahan makanan, harus mempertaruhkan nyawa. Sebab tidak ada akses lain yang dapat ditempuh selain jalur laut.

Pembukaan jalan kearah Klarik sepanjang 5126 m, dengan lebar 8 meter, sudah hampir rampung. Sementara sisi jalan akan dibangun gorong gorong (dranase). Ini sangat membantu anak Kita, untuk  bisa melanjutkan sekolah di Desa Klarik. Selama ini kebanyakan anak hanya tamat SD saja. Jika mau lanjut kursnya sangat besar dengan kondisi ekonomi yang pas pasan, memaksa mereka harus menganggur. Tetapi, dengan adanya kegiatan TMMD, sangat membantu masyarakat, terutama di daerah terisolir, seperti Segeram ini.

Harapan Kami, semoga kegiatan ini, berlanjut terus sehingga jalan tembus akses ke perkotaan, lewat Batubi dapat kami lalui, baik dengan roda dua atau empat. Hal itu sangat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus dapat membuka hati para pejabat daerah. Jangan hanya mau kampanye saja datang ke sini, setelah duduk hilang. >>Roy

Related posts