UMKM Maju Dan Berkembang

Kediri, (MR)
Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan usaha kerakyatan yang saat ini mendapat perhatian, dan keistimewaan dari Pemerintah, diamanatkan oleh Undang-Undang. Seperti usaha mikro pembuat roti yang ada diwilayah Ngadiluwih, saat ini semakin berkembang, dan maju pesat. Selera konsumen yang semakin tinggi membuat usaha roti dari Sutadi (pemilik) semakin menunjukkan keberhasilannya, permintaan pembeli atau konsumen telah terjadi peningkatan. Berdasarkan pengalaman dari usaha roti ini akhirnya sekarang sudah bercabang 3 tempat, salah satunya yang ada di branggahan Ngadiluwih yang hingga sekarang dipercayakan oleh karyawannya Sardi (mandor) untuk proses pembuatan, dan pemasarannya, dibantu dengan para karyawannya.

Cabang usaha yang dipimpin oleh Sardi sebenarnya tidak mudah seperti membalikkan tangan begitu saja, tentunya banyak hambatan, rintangan, jatuh bangun itu sudah merupakan hal biasa dalam merintisnya. Bahkan Sardi (mandor) ketika itu sempat putus asa untuk hidup di kediri, pada saat itu 4 bulan menganggur tentunya pikiran selalu terbebani pada saat itu. Bahkan menurut sardi Sutadi (pemilik) Beliaunya dulunya bukan keturunan orang yang mampu, rumah tinggalnya pernah dibantu TNI dalam program bedah rumah karena masuk rumah tak layak huni (RTLH). Akhirnya berkat kegigihan semangat yang tinggi, yang benar-benar perjalanan dari nol, membuat Kami bertahan, juga usahanya roti siap saji ini terus bisa untuk berkembang di Kediri hingga sekarang.

Diakui Sardi motivasi yang didapat tentunya dari keluarganya menjadi alasan yang kuat untuk bertahan,usaha yang dinamakan, digolongkan usaha mikro pembuatan roti cepat saji berlokasi di Desa Branggahan Ngadiluwih. Usaha yang memiliki belasan karyawan, dan juga memiliki mesin sendiri membuat serta mengolahnya. Alhamdulilah Pemasaran meningkat,hingga produksi semakin meningkat, hingga akhirnya menambah jumlah produksi. Untuk diketahui usaha kami sudah mengikuti peraturan Pemerintah yg dijalankan dari kementrian Perdagangan,sebagai contoh usahanya tidak menggunakan tabung gas 3kg.

Perkembangan usaha, dan persaingan tak membuat Sutadi (pemilik), dan Sardi (mandor) pasrah begitu saja, walaupun hasilnya semua tergantung rizki dari atas, namun tetap akan semangat perjuangan dari Pemilik sangat diperlukan. Bagaimana roti olahanya bisa laris, dan disukai orang. Tentunya harus punya ciri kas lain dari pada yang lain (exsklisiv) di adonannya serta kemasan.

Disisi lain sutadi (pemilik), dan Sardi (mandor) sangat memperhatikan karyawannya, kenyataannya rasa perhatiannya diwujudkan berupa pemberian bonus beras 5 kg setiap bulan, selain upahnya karyawan. Sekaligus rasa toleransi pada lingkungan sekitar yakni setiap 2 bulan sekali memberi tali asih berupa beras 5 kg. Sesuai dengan ajaran Agama Islam yaitu memberikan sebagian rezeki ke sesama. >>Ags

Related posts