Ternate, (MR)
Anggota DPRD Kota Ternate Daerah Pemilihan Kecamatan Pulau Ternate, Ade Bangkola menilai agenda pemekaran Kecamatan Pulau Ternate menjadi 2 kecamatan yakni Kecamatan Pulau Utara dan Selatan adalah tuntutan aspirasi masyarakat yang murni dengan menyikapi kompleksitas pembangunan khususnya dalam lingkup mengefektifkan rentang kendali pemerintahan.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan PPP Kota Ternate ini juga menambahkan dalam realitas pembangunan yang ada di Kecamatan Pulau Ternate terkesan ada ketidakadilan yang dibuat Pemerintah Kota Ternate. Alasan yang mendasari Pemkot kurang memberi perhatian pada pembangunan di Kecamatan ini oleh karena rawan gunung berapi.
Diwawancarai MR, Ade menampik alasan tersebut sebagai alasan yang tidak mendasar oleh karena di Kecamatan Ternate Selatan, Tengah dan Utara juga termasuk rawan bencana seperti banjir dsb.
“Sangat tidak logis jika Pemkot beralasan seperti itu kemudian kurang memberi perhatian.” Pungkasnya.
Terkait dengan agenda pemekaran menurut Ade adalah aspirasi masyarakat yang seharusnya dan secepatnya dibijaki oleh Pemerintah Kota Ternate dan DPRD Kota Ternate. Terkait dengan hal tersebut masyarakat Kecamatan Pulau Ternate saat ini terkendala dalam soal pelayanan yang terkait dengan administratif pemerintahan.
“Bisa dibayangkan jika masyarakat mau berurusan ke Kantor Kecamatan, mereka harus membutuhkan biaya transportasi yang mahal karena jarak yang jauh disamping perjalanan harus melewati tiga kecamatan yakni Ternate Utara, Tengah dan Selatan ini. Sesungguhnya sesuatu hal yang bukan mempermudah mas yarakat tapi malah menyulitkan, dengan demikian pemekaran Pulau Ternate adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar.” Papar Ade kepada MR.
Ia juga menambahkan Kecamatan Pulau Ternate sesungguhnya wilayah yang sangat potensial untuk pengembangan sentra pariwisata yang turut menyumbang dan memberi kontribusi bagi PAD Kota Ternate. Kawasan wisata Batu Angus, potensi Air Panas di Kelurahan Tobololo, Pante Sulamadaha, Talaga Nita, Bobane Ici dan Destinasi Benteng Peninggalan Portugis di Kastela adalah sentra-sentra pariwisata yang apabila dikelola secara baik, multiplier effectnya tidak sekedar memboboti PAD Kota Ternate tetapi mampu menghidupkan perekonomian masyarakat khususnya di Kecamatan Pulau Ternate. >>Ateng-Saleh
